Ucapan Sambutan

" Panggilan tugas Prasetiya Mulya adalah berkarya untuk kemajuan bangsa Indonesia yang majemuk melalui pemajuan dunia usaha, sebagai pelaku penting dalam originasi dan penggunaan sains terapan. "

   Tahun 2016 adalah awal baru bagi keluarga besar Prasetiya Mulya, karena transformasi status Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Prasetiya Mulya menjadi Universitas Prasetiya Mulya. Niat dasar Prasetiya Mulya adalah tetap, yaitu partisipasi dalam proyek nasional pemajuan bangsa Indonesia yang  majemuk, cerdas dan unggul melalui pemajuan dunia usaha.

  Selama 34 tahun sejak 1982, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Prasetiya Mulya sudah melayani Indonesia sebagai sekolah pilihan dalam rumpun  studi manajemen. Melalui diversifikasi ke Sains, Teknologi, Teknik   dan Matematika (STEM) terapan, Prasetiya Mulya hendak mendorong  masyarakat dunia usaha untuk beralih secara bertahap ke sumber pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yaitu originasi dan penggunaan STEM.

  Alasan utama transformasi menjadi Universitas Prasetiya Mulya adalah terbitnya peradaban berbasis STEM yang kompleks dan kolaboratif. Walaupun perubahan teknologi sudah selalu adalah sumbu dominan dalam evolusi peradaban, perubahan yang terjadi dewasa ini, apalagi yang akan terjadi hingga akhir abad ke-21 ketika manusia mungkin tiba pada “Peradaban Gaya 1” dari Michio Kaku, adalah pungtuasi yang mendebarkan. Penguasaan STEM adalah bagian yang perlu dari perjalanan Indonesia ke tempat terhormat di antara bangsa-bangsa. Sebanyak apapun perguruan tinggi STEM yang sudah ada, penguatan masih tetap diperlukan.

Alasan kedua berkaitan dengan perubahan demografi Indonesia dan kebijakan tentang percepatan pemupukan modal manusia yang bersama-sama membuat masa 15 tahun ke 2030 merupakan puncak perluasan pendidikan tinggi di Indonesia. Keberhasilan wajib sekolah 12 tahun akan bermuara pada pertumbuhan yang sangat meningkat akan pendidikan tinggi, yang semakin beragam sesuai semangat zaman.

Tekad memanfaatkan sebaik-baiknya keberhasilan sebagai sekolah manajemen untuk mendukung perjuangan Indonesia merebut tempat yang patut di antara bangsa-bangsa yang maju merupakan alasan ketiga. Dengan tantangan besarnya dalam  percepatan pemupukan modal manusia sebagai produk kesehatan, numerasi, literasi, keahlian dan  kewirausahaan, Indonesia memerlukan penggandaan sukses seperti itu hingga tuntas.

Menyadari tantangan zaman dan lanskap pendidikan tinggi Indonesia dewasa ini Universitas Prasetiya Mulya bertekad untuk berjuang bekerjasama dan bersaing dengan keunikan-keunikan. Pada tahap sekarang Universitas Prasetiya Mulya memusatkan upayanya dalam program-program studi yang membantu penguatan keunggulan dunia usaha sebagai elemen dari keunggulan bangsa Indonesia. Karena itu lebih dipilihlah program studi teknik atau STEM terapan daripada sains murni. Bersama Manajemen, Ekonomi Bisnis, Pariwisata dan Hukum Bisnis Internasional, Teknik Perangkat Lunak, Teknik Komputer, Teknologi Pangan, Teknik Energi Terbarukan, Matematika Bisnis, dan Teknik Desain Produk, terbentuklah layanan pendidikan Universitas Prasetiya Mulya.

Dalam mengarungi lanskap pendidikan tinggi abad ke-21 Universitas Prasetiya Mulya dirancang sebagai universitas kolaborasi. Di satu pihak rumpun-rumpun  ilmu sosial dan STEM terapan dipadu sebagai prakarsa kolaboratif untuk memecahkan persoalan-persoalan besar kehidupan, termasuk persoalan-persoalan besar kemanusiaan. Di lain pihak universitas kolaboratif dipadu dengan pelaku-pelaku dunia usaha, termasuk usaha kecil dan menengah, dalam kolaborasi yang lebih besar dan kompleks. Dengan demikian Tridharma universitas dibumikan dalam praktik-praktik dunia usaha, dan sebaliknya praktik-praktik dunia usaha dicerahkan lewat pendidikan dan penelitian. Universitas Prasetiya Mulya dirancang menjadi “universitas dual” sebagai ko-evolusi pendidikan, penelitian dan praktik. Pembelajaran yang memadu numerasi, literasi, keahlian, kewirausahaan dan praktik seperti ini disebut juga “New Renaissance”. Persoalan-persoalan besar seperti penghentian perburukan ketimpangan di bawah globalisasi, pergumulan melawan penyakit-penyakit baru, kemanan pangan bagi semua, krisis sumber alam seperti air tawar, keamanan “cyber”, kerusakan biodiversitas, dan perubahan iklim hanya akan dapat dihadapi melalui kolaborasi yang kompleks.

Putri-putra Indonesia yang mengarungi pendidikan dual Universitas Prasetiya Mulya kita posisikan menjadi warga paripurna. Warga yang percaya dalam kemajuan manusia (human progress). Warga yang percaya dalam kemajuan sains dan pelestarian pusaka kemanusiaan. Warga yang percaya dalam ko-evolusi persaingan dan kerjasama sebagai penggerak kemajuan manusia. Warga yang percaya dalam persaudaraan lintas daerah, lintas etnisitas, lintas agama dan kepercayaan sebagai wujud kebangsaan yang majemuk. Warga yang menatap ke frontir peradaban dengan berpijak pada bumi arsipel Indonesia.

Kami menunggu mahasiswa, orang tua, fasilitator akademik, peneliti, pelaku kehidupan, terutama pengusaha dan profesional dunia usaha untuk berkolaborasi memadu Universitas Prasetiya Mulya sebagai ruang publik pembelajaran abad ke-21.

Prof.Dr. Djisman S. Simandjuntak, 

Rektor Universitas Prasetiya Mulya