Transforming Your Business Competence

Belajar Langsung dari Para Expertises dan Praktisi

Memiliki Alumni Network yang Luas

Sistem Pendidikan Tingkat Global dan Berdaya Saing Tinggi

Program Pendidikan Bisnis Terbaik

  • Setelah lulus S1, mengapa harus melanjutkan ke MM Regular?
  • Siapa saja yang dapat bergabung dalam program MM Regular?
  • Selain pelajaran dalam kelas, bagaimana mengembangkan soft-skill dalam MM Regular?
  • Ada berapa peminatan dalam program MM Regular?

S1 saja tidak cukup. Anda butuh nilai lebih yang membuat diri Anda selangkah lebih maju daripada yang lain. Program ini mengasah lebih tajam jiwa entrepreneurship dan kepemimpinan melalui pembelajaran lanjutan, workshop, mentoring, hingga mendekatkan Anda dengan dunia industri yang lebih advance!  

MM Regular terbuka untuk alumni S1 semua jurusan. Dengan periode belajar selama 18 bulan, Anda akan bertemu Faculty Members, praktisi bisnis, dan teman-teman sekelas dari berbagai disiplin ilmu. Semua ini dapat memperkaya wawasan dan cara pandang Anda mengenai dunia bisnis.

Tentu saja pengembangan diri juga berlangsung dengan kegiatan di luar kelas. Dalam MM Regular, insight baru bisa Anda dapat melalui kegiatan berorganisasi, maupun perlombaan yang mengasah kemampuan individu maupun kelompok.

Ada dua peminatan yang bisa mahasiswa pilih, yaitu Finance dan Marketing.

Their experiences after joining MM Regular.

  • Prasetiya Mulya tak hanya memperdalam kekayaan intelektual seputar bisnis dan ekonomi, namun juga membekali mahasiswa dengan soft skill dan growth mindset untuk menjadi lifelong learner.

    Brigitta Estella
    Strategic Partnership Executive, PT. HM Sampoerna Tbk.
    Alumnus, MM Regular
  • Keakraban bersama rekan multidisipliner menjadikan kampus tempat yang nyaman untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman. Lingkungan demikian turut menunjang motivasi untuk menjalankan startup sendiri, terutama ketika menemukan partner bisnis potensial.

    Alfi Rahadian
    CTO, Fleetify.ID
    Alumnus MM Regular
Butuh Bantuan? Chat kami