Tim Tari Sasikirana Prasetiya Mulya Menjadi Juara I di Interfolk Competition, Russia.

Tim Tari Sasikirana Prasetiya Mulya Menjadi Juara I di Interfolk Competition, Russia.

11 mahasiswi Universitas Prasetiya Mulya yang tergabung dalam tim tari tradisional (TATRA) Sasikirana kembali torehkan prestasi di kancah global. Dengan misi menggemakan budaya Indonesia, TATRA Sasikirana Prasmul bertolak ke Kota St. Petersburg, Russia untuk mengikuti International Folklore Competition (Interfolk) yang berlangsung pada tanggal 10-14 November 2017.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh 56 tim tari dari 11 negara seperti Equador, Iran, Korea, dan Romania ini, Sasikirana Prasetiya Mulya  berhasil meraih 4 penghargaan dari 11 kategori perlombaan yang ada. Selain menjadi Juara 1 dalam kategori Folkdance, Sasikirana berhasil meraih 3 penghargaan lainnya yaitu Grand Prix Award of the 10th International Folklore Competition Russia, Special Prize of the Jury for Artistry in the Performance of the Competition Program, dan Special Reference for the particiaption World Championship.

TATRA Sasikirana Prasetiya Mulya.

“Penghargaan special Prize of the Jury ini diberikan khusus dari juri Interfolk 2017 untuk Indonesia atas keindahan dan keseragaman tarian yang dibawakan. Sementara, penghargaan Grand Prix ini dapat dikatakan sebagai Juara Umum, atau juara dari semua kategori yang ada di Interfolk Russia 2017, “ ungkap Fadila Ramadhania selaku Ketua TATRA Sasikirana.

Di tahun ke-10 penyelenggaraannya, Interfolk Russia menetapkan kriteria yang ketat dalam memilih pemenang. Tim yang bertanding harus memenuhi beberapa aspek penilaian yang menitikberatkan pada kesempurnaan keahlian teknis dan penampilan, aspek artistik, kostum, orisinalitas dan instrumen musik. Tak heran jika TATRA Sasikirana Prasmul menjalani latihan intens selama kurang lebih 2 bulan untuk menghadapi kompetisi ini.

Kolaborasi dengan Sanggar Tari Gantari Gita Khatulistiwa

Kemenangan TATRA Sasikirana tak terlepas dari koreografi 3 tarian tradisional hasil kolaborasi dengan sanggar tari Gantari Gita Khatulistiwa. Dilla memaparkan, “Gantari Gita Khatulistiwa merupakan organisasi yang senantiasa membawa nama Indonesia ke dunia Internasional dan memiliki  pengalaman yang cukup banyak. Di lomba ini, bentuk kolaborasi dengan GGK berupa proses produksi tari yang akan dibawakan”.

Dalam kompetisi yang berlangsung selama 4 hari tersebut, TATRA Sasikirana membawakan Tari Zapin Senapelan Pekanbaru, Tari Gebyar Dewata Bali dan Tari Saman Aceh. Pemilihan tarian tersebut bukan tanpa alasan, mereka sepakat jika masing-masing tarian tersebut mampu menonjolkan keunggulan dari Indonesia.

Selain tari Zapin dan Gebyar Dewata, TATRA Sasikirana membawakan tari Saman dalam kompetisi Interfolk, di St. Petersburg, Russia.

“Lewat Tari Zapin, kami menonjolkan budaya melayu yang ada di Indonesia, karena jarang ada yang tahu bahwa melayu juga bagian dari Indonesia. Sementara, Tari Gebyar Dewata dibawakan karena banyak yang mengenal Indonesia lewat Bali, di tari ini kami juga ingin memunculkan unsur budaya Hindu yang ada di Indonesia,” cerita Dila kepada Ceritaprasmul. Ia menambahkan, “ Kami menutup penampilan dengan Tari Saman Aceh. Tarian ini sangat memperlihatkan nilai kekompakkan dan kebersamaan dari rakyat Indonesia.”

Dila mengungkapkan, performa maksimal mereka dalam Interfolk Russia tak terlepas dari dukungan Prasmul selama pelaksanaan Misi Budaya 2017 ini, “Dukungan mengalir sejak mulai persiapan keberangkatan hingga kepulangan tim ke Indonesia. Selain dukurang moril melalui pendampingan, Prasmul juga memberikan dukungan materil kepada tim demi keberlangsungan acara Misi Budaya ini,” jelasnya.

Siap Melaju ke Kompetisi Tingkat Dunia

TATRA Sasikirana tak menghentikan langkahnya disini, mereka akan terus melestarikan budaya Indonesia melalui kompetisi tari lainnya. Kemenangan kesebelas mahasiswi Prasmul dalam kategori Special Reference for the particiaption World Championship ini seakan membuka pintu bagi mereka untuk melanjutkan perjuangannya di kompetisi Worldfolk di Bulgaria.

TATRA Sasikirana padukan tari dengan tampilan kostum dan alunan instrumen musik yang indah.

“Sasikirana sudah mendapatkan special reference dari Presiden European Association of Folklore Festival (EAFF),  sehingga kami sudah langsung masuk sebagai peserta World Championship tanpa harus melewati tahap seleksi

Back to list >