Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) semakin memengaruhi cara masyarakat belajar, bekerja, mencari informasi, hingga menyelesaikan berbagai persoalan. Teknologi ini memungkinkan berbagai pekerjaan dilakukan lebih cepat, mulai dari merangkum informasi, mengolah data, hingga membantu menghasilkan ide.
Kemudahan tersebut turut membawa kebutuhan baru. Kemampuan menggunakan AI saja tidak lagi cukup. Pengguna juga perlu mampu mengevaluasi informasi yang dihasilkan, memahami konteks, serta menentukan apakah hasil yang diberikan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Stella Christie menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi. Ia menilai pendidikan tinggi perlu mempersiapkan talenta yang mampu mengevaluasi keluaran AI dari sisi kebenaran, efisiensi, maupun kualitas.
“Kemampuan untuk berinovasi, mengevaluasi AI, berpikir kritis itu menjadi yang lebih penting lagi,” ujar Stella dalam High Level Talk FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Jumat (25/9).
Kemampuan tersebut semakin relevan karena keluaran AI tidak selalu dapat diterima begitu saja. Teknologi dapat membantu mempercepat pencarian informasi dan proses analisis, tetapi manusia tetap memiliki peran dalam mempertanyakan hasil, memahami konteks yang lebih luas, serta menentukan keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
Perubahan teknologi turut membuat kebutuhan kompetensi terus berkembang. Pengetahuan teknis tetap penting, tetapi kemampuan menganalisis persoalan, beradaptasi, berkomunikasi, serta melihat suatu masalah dari berbagai perspektif semakin dibutuhkan seiring perubahan dunia kerja.
Perkembangan AI juga mempertemukan berbagai bidang keilmuan. Teknologi kini digunakan dalam kegiatan bisnis, pemasaran, keuangan, hukum, industri, hingga berbagai layanan kepada masyarakat. Pemahaman mengenai teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memahami konteks penerapannya.
Kondisi tersebut turut memperkuat peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan. Proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga dengan kemampuan mahasiswa untuk menganalisis persoalan, mengevaluasi informasi, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai situasi.
Universitas Prasetiya Mulya memiliki pendidikan di berbagai bidang, mulai dari bisnis, teknologi, hukum, hingga pariwisata. Keberagaman bidang tersebut mencerminkan kebutuhan pendidikan tinggi untuk terus berhadapan dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Kehadiran AI membuka berbagai kemungkinan baru bagi proses belajar maupun dunia kerja. Perkembangan teknologi dapat berlangsung semakin cepat, sementara kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berpikir kritis tetap menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Sumber: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi — Hadapi Perkembangan AI, Indonesia Butuh Talenta Inovatif, 28 September 2026.
https://dikti.go.id/news/article/hadapi-perkembangan-ai-indonesia-butuh-talenta-inovatif