Dekan School of Law and International Studies (SLIS), Dr. Sri Hartati Rahayu, S.H., LL.M., mengatakan bahwa perkembangan dunia bisnis menuntut lulusan yang mampu menyelesaikan persoalan secara kolaboratif, tidak semata-mata melalui jalur litigasi.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa sengketa tidak selalu berakhir di pengadilan. Banyak persoalan bisnis justru dapat diselesaikan melalui negosiasi, mediasi, atau arbitrase. Melalui kerja sama dengan BANI dan IMAC, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempelajari mekanisme tersebut langsung dari para praktisi sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih kaya dan relevan dengan kebutuhan dunia profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Eko Dwi Prasetiyo, perwakilan BANI & IMAC, mengatakan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penyelesaian sengketa menjadi investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal arbitrase, mediasi, dan negosiasi sejak di bangku kuliah. Dunia usaha saat ini membutuhkan profesional yang tidak hanya memahami aspek hukum, tetapi juga mampu membangun komunikasi, bernegosiasi, dan menyelesaikan perbedaan secara efektif,” katanya.
Menurut Dr. Eko, pengalaman belajar yang melibatkan praktisi akan membantu mahasiswa memahami berbagai dinamika penyelesaian sengketa yang dihadapi pelaku usaha.
“Melalui diskusi dengan para praktisi dan pembahasan berbagai studi kasus, mahasiswa dapat melihat bagaimana arbitrase dan mediasi diterapkan dalam situasi nyata. Bekal tersebut diharapkan membantu mereka mengambil keputusan secara profesional, membangun solusi yang adil, serta memberikan manfaat bagi semua pihak,” tutupnya.
Kerja sama ini memperkuat komitmen Universitas Prasetiya Mulya dalam menghadirkan pendidikan yang menghubungkan teori dengan praktik. Bagi mahasiswa, pengalaman belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diperluas melalui kolaborasi dengan institusi profesional yang berpengalaman di bidangnya. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya Universitas Prasetiya Mulya untuk mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja, memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta mampu menyelesaikan persoalan secara kolaboratif di berbagai sektor industri. (KGA)