Pemanfaatan AI untuk Penguatan Riset Bioteknologi di Perguruan Tinggi

Universitas Prasetiya Mulya > Penelitian > Pemanfaatan AI untuk Penguatan Riset Bioteknologi di Perguruan Tinggi

Kegiatan STEM Share x Research Talk LPPM Universitas Prasetiya Mulya bertajuk “Driving Innovation Through Science and Collaboration” diselenggarakan pada Senin, 15 Desember 2025 di Gedung CSL Lantai 1 Ruang 3003. Forum ini menjadi ruang diskusi akademik yang menyoroti perkembangan riset bioteknologi serta peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendorong inovasi berbasis sains di perguruan tinggi.

Sesi dibuka oleh Ibu Rike Tri Kumala Dewi, M.Si. dari prodi Teknologi Pangan, Sekolah STEM selaku moderator, yang menggarisbawahi pentingnya riset sains yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global serta didukung oleh kolaborasi lintas disiplin. Diskusi ini dirancang untuk memberikan wawasan mengenai tren, tantangan, dan peluang riset bioteknologi di tingkat internasional, sekaligus mendorong terbentuknya jejaring riset yang lebih luas.

Pemaparan materi disampaikan oleh Prof. (H.C.UA) Carina Citra Dewi Joe, B.Sc., M.Sc., Ph.D., yang membahas dinamika riset bioteknologi kontemporer dan pemanfaatan AI dalam sains hayati. Salah satu contoh yang disoroti adalah penggunaan teknologi AI seperti AlphaFold dalam pemodelan struktur protein, yang telah mempercepat proses analisis dan membuka peluang riset baru di bidang biologi molekuler dan biomedis.

Dalam paparannya, disampaikan bahwa pemanfaatan AI dalam bioteknologi bukan sekadar tren teknologi, melainkan bagian dari transformasi metode riset berbasis data. AI memungkinkan peneliti mengolah data kompleks dalam skala besar dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, sehingga mendukung pengambilan keputusan ilmiah yang lebih efektif. Namun demikian, penggunaan teknologi ini tetap memerlukan pemahaman metodologis yang kuat agar hasil riset tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Diskusi juga membahas penggunaan AI dalam penulisan dan pengelolaan riset akademik. AI diposisikan sebagai alat bantu yang dapat mendukung eksplorasi ide, penyusunan kerangka teori, hingga pemetaan arah riset. Meski demikian, tanggung jawab akademik sepenuhnya tetap berada pada peneliti. AI tidak menggantikan proses berpikir kritis, analisis ilmiah, maupun interpretasi data yang menjadi inti dari kegiatan penelitian.

Aspek integritas akademik menjadi perhatian penting dalam diskusi ini. Pemanfaatan AI dalam riset dan penulisan ilmiah menuntut kehati-hatian agar tidak menimbulkan pelanggaran etika, termasuk plagiarisme dan ketergantungan berlebihan pada sistem otomatis. Literasi AI dipandang sebagai kompetensi penting bagi sivitas akademika, khususnya dalam memastikan penggunaan teknologi yang sesuai dengan kaidah akademik dan standar ilmiah.

Selain itu, diskusi menyoroti pentingnya pengelolaan data dalam riset berbasis AI, terutama terkait keamanan dan perlindungan data sensitif. Dalam konteks bioteknologi, data biologis dan kesehatan memerlukan tata kelola yang ketat agar pemanfaatannya tetap aman dan etis. Oleh karena itu, pemahaman terhadap infrastruktur data dan regulasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan riset berbasis AI.

Kegiatan ini juga menekankan peran kolaborasi riset antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri. riset bioteknologi berbasis AI umumnya bersifat multidisipliner dan membutuhkan dukungan ekosistem riset yang kuat. Kolaborasi dipandang sebagai kunci untuk mendorong riset yang relevan, berdampak, dan berorientasi masa depan.

Melalui STEM Share x Research Talk LPPM, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan riset bioteknologi dan pemanfaatan AI secara strategis. Forum ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset sains yang kolaboratif, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.