Universitas Prasetiya Mulya & British Council Perkuat Pendidikan Transnasional di East Asia Education Week 2026

Universitas Prasetiya Mulya > News > Universitas Prasetiya Mulya & British Council Perkuat Pendidikan Transnasional di East Asia Education Week 2026

Universitas Prasetiya Mulya menjadi tuan rumah penyelenggaraan British Council East Asia Education Week 2026, sebuah forum pendidikan internasional bergengsi yang mempertemukan pemimpin pendidikan, pembuat kebijakan, institusi pendidikan tinggi, serta mitra strategis dari Inggris dan kawasan Asia Timur. Acara ini berlangsung pada 3–4 Februari 2026 di kampus Universitas Prasetiya Mulya.

Diselenggarakan oleh British Council bekerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya, East Asia Education Week 2026 menjadi platform strategis untuk memperkuat pendidikan transnasional (Transnational Education/TNE), memperluas kolaborasi internasional, serta mendorong inovasi dan kemitraan pendidikan tinggi antara Inggris dan kawasan Asia Timur.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christi, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemain utama dalam pendidikan global.

“Indonesia memiliki potensi untuk memimpin dunia pendidikan. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia, dan karena itu Presiden mendorong hadirnya game changer dalam ekosistem pendidikan nasional. Pendidikan transnasional menjadi salah satu jalannya—bukan hanya untuk memperkuat kapasitas dalam negeri, tetapi juga untuk menarik negara dan kawasan lain agar melihat Indonesia sebagai tujuan belajar dan berkuliah,” ujarnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Co-Provost I Academic Affairs Universitas Prasetiya Mulya, Christiana Yosevina, menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum ini mencerminkan komitmen kampus dalam memperkuat peran Indonesia di kancah pendidikan global.

“Bagi Universitas Prasetiya Mulya, East Asia Education Week 2026 bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang strategis untuk membangun kolaborasi nyata. Kami percaya pendidikan transnasional adalah jembatan penting untuk mempertemukan keunggulan global dengan konteks lokal, sekaligus menyiapkan talenta masa depan Indonesia yang berdaya saing internasional,” jelasnya.

Sebagai agenda unggulan regional British Council, East Asia Education Week 2026 mencakup sesi utama, dialog kebijakan, pameran kemitraan, hingga kegiatan keterlibatan alumni. Tahun ini, dua agenda utama yang diselenggarakan di Universitas Prasetiya Mulya meliputi East Asia Agents Conference pada 3 Februari 2026 dan ThinkTNE Forum pada 4 Februari 2026.

Pada hari pertama, East Asia Agents Conference mengusung tema “Global pivot, local power: How education agents can support UK education in a shifting world”. Konferensi ini membahas dinamika terkini pendidikan internasional, mobilitas mahasiswa, serta peran agen pendidikan dalam membangun kemitraan lintas negara. Berbagai diskusi panel, sesi breakout, dan keynote menyoroti inovasi rekrutmen mahasiswa serta pendekatan student-centric di era digital.

Agenda hari kedua dilanjutkan dengan ThinkTNE Forum 2026 bertema “Multilateral partnerships in Transnational Education – the what, why and how”. Forum ini menjadi wadah diskusi mendalam mengenai model kemitraan TNE, peluang dan tantangan kolaborasi multilateral, serta peran kepemimpinan institusi pendidikan dalam membangun pendidikan tinggi global yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemilihan Universitas Prasetiya Mulya sebagai tuan rumah dinilai mencerminkan keselarasan nilai dan komitmen terhadap kolaborasi internasional. Summer Xia, British Council Country Director for Indonesia and Director for Southeast Asia, menyampaikan:

“Kami memilih Universitas Prasetiya Mulya karena visi internasionalnya yang kuat, kepemimpinan yang visioner, serta rekam jejak kemitraan yang solid. Kami melihat Prasetiya Mulya sebagai simpul strategis kolaborasi—tempat Indonesia dan Asia Timur bertemu untuk membangun kerja sama pendidikan yang berdampak.”

Penyelenggaraan British Council East Asia Education Week 2026 di Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmen kampus dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi Indonesia, memperluas jejaring internasional, serta mendorong praktik terbaik dalam keberlanjutan, aksesibilitas, dan desain acara yang inklusif.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Brian Yuliarto, yang menyampaikan pidato mengenai ambisi Indonesia dalam pendidikan internasional dan peluang kerja sama global. Selain itu, Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Hassan Wirajuda, juga memberikan sambutan mengenai masa depan pendidikan transnasional.

Kehadiran ratusan pemangku kepentingan dari institusi pendidikan Inggris dan Asia Timur semakin menegaskan posisi Universitas Prasetiya Mulya sebagai universitas swasta unggulan di Indonesia yang aktif berperan dalam pengembangan ekosistem pendidikan global, khususnya pada bidang kolaborasi internasional, pendidikan berbasis praktik, dan pengembangan talenta masa depan.

Melalui forum ini, Universitas Prasetiya Mulya terus memperkuat posisinya sebagai kampus bisnis dan manajemen berorientasi global yang menjembatani kolaborasi pendidikan antara Indonesia, Inggris, dan kawasan Asia Timur.