LPPM Universitas Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan Research Talk secara daring pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan Research Talk pertama di tahun 2026 dan diikuti oleh dosen Universitas Prasetiya Mulya serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi lain. Acara dibuka oleh Manajer Riset Universitas Prasetiya Mulya, Ibu Dwining Putri, M.P.., yang menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah rutin LPPM/DRPPM (Direktorat Riset, Publikasi, dan Pegabdian kepada Masyarakat) untuk berbagi gagasan dan perkembangan riset terkini, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi lintas disiplin.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya diskusi mengenai pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan yang semakin relevan di berbagai bidang. Perkembangan teknologi komputasi dan analitik data mendorong perubahan cara peneliti merancang sistem, memodelkan fenomena, hingga memanfaatkan data dalam pengambilan keputusan. Ia berharap forum ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi riset baru yang responsif terhadap tantangan masa depan.
Diskusi dipandu oleh Ibu Dhientia Andani, Ph.D., selaku moderator. Dua narasumber hadir dalam sesi ini, yaitu Bapak M. Nanda Setiawan, M.Sc., dari prodi Teknik Energi Terbarukan dan Bapak Agung Alfiansyah, Ph.D., dari prodi Rekayasa Sistem Komputer Sekolah STEM yang masing-masing membahas inovasi di bidang rekayasa sistem penerbangan dan rekonstruksi digital berbasis AI.
Pada sesi pertama, Bapak Nanda memaparkan pendekatan berbasis data dalam pengembangan pemodelan aeroservoelastis serta strategi kendali prediktif untuk merespons beban turbulensi pada pesawat fleksibel. Topik ini menyoroti bagaimana interaksi antara struktur pesawat, sistem kendali, dan gaya aerodinamis dapat dimodelkan secara efisien tanpa mengurangi ketepatan representasi dinamika sistem.
Dalam pengembangan pesawat modern yang semakin ringan dan fleksibel, respons terhadap gangguan eksternal seperti gust menjadi tantangan yang kompleks. Pendekatan reduced-order modeling memungkinkan penyederhanaan sistem berskala besar menjadi model yang lebih ringkas secara komputasi, namun tetap mampu menangkap karakteristik utama sistem. Integrasi data dalam proses pemodelan mendukung peningkatan akurasi sekaligus memperkuat strategi kendali yang adaptif. Pendekatan ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam rekayasa sistem, di mana data tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari desain dan pengujian teknologi.