Setelahnya, Prof. Elliot Simangunsong, M.M., Ph.D., menyampaikan materi “Research Journey: Menavigasi Jalan Menuju Keunggulan Riset”, yang menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang dalam penelitian melalui penyusunan roadmap riset. Materi ini juga membahas perjalanan pengembangan topik penelitian, strategi menghasilkan publikasi berkualitas, serta tantangan yang dihadapi peneliti dalam menjaga konsistensi dan relevansi riset di tengah dinamika akademik.
Diskusi dalam sesi ini menegaskan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya ditentukan oleh luaran publikasi, tetapi juga oleh proses perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, serta kemampuan peneliti dalam merespons perkembangan isu global.
Sebagai bagian dari apresiasi terhadap capaian di bidang riset, panitia kemudian mengumumkan para penerima penghargaan untuk kategori penelitian.
Penerima LPPM Awards 2026 – Bidang Penelitian
- Sitasi terbanyak selama 2025: Prof. Arief Rijanto
- Nominal hibah penelitian terbanyak selama 2025 (sebagai ketua): Dr. Dian Kusumaningrum
- Jumlah hibah penelitian terbanyak selama 2025 (sebagai ketua): Dr. Muhammad Setiawan Kusmulyono
- Publikasi jurnal penelitian terbanyak selama 2025 (penulis pertama): Dr. Prita Prasetya
- Kolaborasi penelitian terbanyak selama 2025 (sebagai ketua): Dr. Prita Prasetya
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel bidang pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dimoderatori oleh Ibu Kartika Paramita, S.H., LL.M. Sesi ini menghadirkan pemaparan mengenai praktik dan capaian kegiatan pengabdian yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.
Salah satu materi yang disampaikan berjudul “Pengabdian kepada Masyarakat sebagai Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi” oleh Dr. Prita Prasetya, yang menekankan peran strategis kegiatan PkM sebagai bentuk nyata kontribusi akademisi kepada masyarakat. Dalam pemaparannya, dijelaskan berbagai bentuk kegiatan pengabdian, mulai dari pendampingan UMKM, pengembangan desa wisata, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat serta kolaborasi lintas pihak untuk memastikan keberlanjutan program.
Materi lainnya disampaikan oleh Ibu Maria Zefanya Sampe, M. Si. M.M., melalui presentasi berjudul “From Campus to Community: Turning Knowledge into Action”, yang mengangkat pentingnya menjembatani hasil riset dan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Pemaparan ini menyoroti bagaimana ide dan temuan di lingkungan kampus dapat diterjemahkan menjadi program pengabdian yang aplikatif, relevan, serta memberikan dampak langsung bagi mitra.
Kedua pemaparan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada penyelesaian permasalahan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian mitra secara berkelanjutan. Melalui pendekatan yang terstruktur, kegiatan PkM diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan terukur.