ITB dan Universitas Prasetiya Mulya Buka ProgramTerintegrasi S1–S2, Tempuh Dua Gelar dalam LimaTahun

Universitas Prasetiya Mulya > News > ITB dan Universitas Prasetiya Mulya Buka ProgramTerintegrasi S1–S2, Tempuh Dua Gelar dalam LimaTahun

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Jalur Kerjasama Sarjana Magister (JKSM) yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan sarjana dan magister secara berkelanjutan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB dan Sekolah Science, Technology, Engineering & Mathematics (STEM) Universitas Prasetiya Mulya, Selasa (7/4/2026), di Kampus ITB Ganesa, Bandung.

Melalui program ini, mahasiswa program Digital Business Technology serta AI & Robotics di Prasetiya Mulya dapat mengikuti skema percepatan studi. Mahasiswa berkesempatan menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu lima tahun serta memperoleh dua gelar sekaligus, yakni sarjana dari Prasetiya Mulya dan magister dari ITB.

Skema tersebut lebih singkat dibandingkan jalur konvensional yang umumnya memerlukan waktu enam tahun plus matrikulasi, jika diperlukan untuk menyelesaikan jenjang sarjana dan magister secara terpisah.

Dekan STEI ITB, Tutun Juhana, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang teknologi.
“Ini bukan sekadar kolaborasi kampus, tetapi upaya bersama untuk mempercepat kemajuan industri Indonesia melalui pengembangan talenta yang unggul,” ujarnya.

Dekan STEM Universitas Prasetiya Mulya, Permata Nur Miftahur Rizki, menambahkan bahwa program ini memberikan jalur yang lebih efisien bagi mahasiswa dalam melanjutkan studi.
“Melalui Program Jalur Kerjasama Sarjana Magister (JKSM) mahasiswa memiliki kesempatan untuk menempuh studi secara lebih terarah dan efisien. Dalam lima tahun, mahasiswa dapat meraih dua gelar sekaligus. Selain itu, akses terhadap pengalaman akademik ITB kini menjadi lebih dekat karena dapat ditempuh melalui ekosistem pembelajaran di Prasetiya Mulya,” kata dia.

Pada tahap awal, kerja sama difokuskan pada bidang pendidikan melalui skema pengambilan kredit lintas institusi. Mahasiswa Prasetiya Mulya dapat mengambil sejumlah mata kuliah magister saat masih berstatus mahasiswa S1. SKS yang diperoleh nantinya akan diakui sebagai bagian dari kurikulum magister ketika mahasiswa resmi menjadi mahasiswa magister di ITB.

Ke depan, kedua institusi juga berencana mengembangkan kolaborasi di bidang riset yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan serta kepala program studi dari kedua perguruan tinggi.

Melalui kolaborasi ini, ITB dan Universitas Prasetiya Mulya diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.