“Kami percaya pengembangan kawasan ekonomi kreatif tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program ini. Harapan kami, program yang telah berjalan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang semakin luas bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Yogie.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat agar berbagai potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan pembelajaran berbasis dampak, Universitas Prasetiya Mulya memandang program community development sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi. Tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan inovasi, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pembangunan masyarakat.
Melalui kolaborasi yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir, berbagai inisiatif pengembangan ekonomi kreatif terus didorong agar mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan model usaha berbasis komunitas, hingga pengembangan kapabilitas jejaring yang dapat membuka akses pasar dan peluang usaha yang lebih luas.
Ke depan, Universitas Prasetiya Mulya bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus memperkuat program pengembangan kawasan ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kedua pihak berharap dapat mempercepat tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing Kabupaten Tangerang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.