Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri melalui kemitraan strategis yang berfokus pada perluasan akses pendidikan, pengembangan kompetensi, serta pemanfaatan layanan keuangan untuk mendukung ekosistem pendidikan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Kampus Universitas Prasetiya Mulya Cilandak, Kamis (6/8), oleh Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirajuda, dan Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho. Penandatanganan turut disaksikan oleh jajaran pimpinan Universitas Prasetiya Mulya dan BNI.
Kemitraan ini menjadi bagian dari komitmen kedua institusi untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi tidak hanya diarahkan pada perluasan akses pembiayaan pendidikan, tetapi juga mencakup pengembangan kepemimpinan dan kompetensi profesional, program pendidikan eksekutif, serta pemanfaatan teknologi dan layanan digital untuk mendukung aktivitas pendidikan.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah menghadirkan solusi pembiayaan pendidikan dan layanan pembayaran biaya kuliah bagi mahasiswa. Berbagai skema pembiayaan yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan alternatif akses bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi berkualitas.
Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirajuda, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab perubahan dan kebutuhan dunia kerja.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan kunci untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Bersama BNI, kami ingin memperluas akses pendidikan sekaligus membangun lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan,” ujar Hassan.
Selain memperluas akses pendidikan, Prasmul dan BNI juga akan mengembangkan berbagai program pendidikan eksekutif, pelatihan kepemimpinan, dan sertifikasi profesional melalui kolaborasi dengan BNI Corporate University. Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa maupun tenaga profesional agar semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho, mengatakan kerja sama tersebut mencerminkan komitmen BNI untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada aspek perbankan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi sivitas akademika, mulai dari akses pembiayaan pendidikan, pengembangan kompetensi bersama BNI Corporate University, hingga transformasi layanan keuangan yang mendukung aktivitas akademik,” ujar Eko Setyo Nugroho.
Kemitraan Prasmul dan BNI juga mencakup pengembangan berbagai layanan perbankan dan solusi keuangan yang dapat mendukung kebutuhan sivitas akademika serta ekosistem pendidikan Universitas Prasetiya Mulya. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses layanan sekaligus mendukung pengembangan ekosistem pendidikan yang semakin terintegrasi dan adaptif terhadap perkembangan digital.
Melalui kemitraan ini, Universitas Prasetiya Mulya dan BNI ingin membangun kolaborasi yang melampaui hubungan antara institusi pendidikan dan perbankan. Sinergi keduanya diharapkan menjadi jembatan yang semakin kuat antara dunia pendidikan dan industri—memperluas akses pendidikan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mempersiapkan talenta Indonesia untuk menghadapi kebutuhan masa depan.