Ahok hingga Maudy Ayunda Berbagi Inspirasi Kepemimpinan di Prasmul Elevate Program 2026

Universitas Prasetiya Mulya > News > Ahok hingga Maudy Ayunda Berbagi Inspirasi Kepemimpinan di Prasmul Elevate Program 2026

Universitas Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan Prasmul Elevate Program (PrEP) 2026 pada 22–29 Juli 2026. Mengusung tema “Equinox: Ascend from the Ashes”, program orientasi yang diikuti sekitar 1.200 mahasiswa baru ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam membangun karakter, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi kehidupan perkuliahan melalui nilai CHAIN, LEAMICA, serta prinsip social impact, inclusive education, dan equality in diversity.

Ketua Panitia PrEP 2026, Devon Alfa, mengatakan rangkaian kegiatan dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan tantangan dunia nyata. Selama enam hari, peserta mengikuti talkshow, aktivitas kolaboratif, dan kompetisi bisnis (hackathon) yang mengasah kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama.

Menurut Devon, tema “Equinox: Ascend from the Ashes” dipilih karena mencerminkan pentingnya keseimbangan dalam proses bertumbuh sebagai mahasiswa.

“Melalui tema ini, kami ingin menekankan kepada mahasiswa baru bahwa keseimbangan menjadi fondasi penting dalam kehidupan. Keseimbangan antara akademik dan kehidupan pribadi, antara pencapaian dan kepedulian sosial, akan membantu mereka bertransformasi menjadi pribadi Prasmulyan yang lebih baik, adaptif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperkaya wawasan peserta, PrEP 2026 menghadirkan sejumlah tokoh nasional. Beberapa di antaranya adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), artis Maudy Ayunda, konten kreator Kristo Immanuel, dan pembalap Fitra Eri. Mereka berbagi pengalaman dan pandangan mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, serta kesiapan menghadapi berbagai perubahan.

Dalam sesi “No Preparation for Crisis: Making the Right Call When It Counts”, Ahok menegaskan bahwa keberanian mengambil keputusan merupakan kualitas utama seorang pemimpin. Menurutnya, setiap keputusan memiliki risiko sehingga pemimpin harus siap bertanggung jawab atas konsekuensinya.

Ahok juga mengingatkan pentingnya mengutamakan tujuan bersama dibandingkan ego pribadi ketika menghadapi perbedaan pendapat. Ia menilai komunikasi yang dibangun dengan empati akan membuat kritik lebih mudah diterima. Selain itu, mahasiswa didorong untuk terus belajar sepanjang hayat dan memanfaatkan setiap kelebihan yang dimiliki untuk membantu orang lain.

Sementara itu, dalam sesi “The Long Game: Dreams, Ambition, Achievement”, Maudy Ayunda mengajak mahasiswa melihat kehidupan sebagai proses jangka panjang. Ia mengatakan rasa tidak percaya diri dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang, bukan alasan untuk berhenti mencoba.

Maudy juga mendorong mahasiswa berani mengeksplorasi berbagai pengalaman baru karena setiap proses akan membantu mengenali potensi diri. Menurutnya, kesuksesan dibangun melalui fondasi yang kuat, mulai dari kemampuan, karakter, hingga kebiasaan yang baik.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), Maudy menilai kemampuan beradaptasi, belajar secara berkelanjutan, dan membangun personal branding menjadi kompetensi penting bagi generasi muda agar tetap relevan di masa depan.

Melalui Prasmul Elevate Program 2026, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman orientasi yang tidak hanya memperkenalkan kehidupan kampus, tetapi juga menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam membangun karakter, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi perubahan dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.