Riset Doktor Universitas Prasetiya Mulya Ungkap Peran Penting Emosi dalam Mencetak Wirausaha

Universitas Prasetiya Mulya > News > Riset Doktor Universitas Prasetiya Mulya Ungkap Peran Penting Emosi dalam Mencetak Wirausaha

Bagaimana perguruan tinggi dapat melahirkan lebih banyak wirausaha? Penelitian doktoral di Program Doktor Manajemen dan Kewirausahaan Universitas Prasetiya Mulya menunjukkan jawabannya tidak hanya terletak pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan bisnis, tetapi juga pada kemampuan pendidikan kewirausahaan membangun aspek emosional mahasiswa. Temuan tersebut dipaparkan Christina, dalam Ujian Terbuka Disertasi bertajuk “Pendidikan Kewirausahaan dan Intensi Berwirausaha Mahasiswa: Peran Mekanisme Internal dalam Kerangka Stimulus-Organism-Response (SOR) dan Social Cognitive Theory.”

Sidang terbuka di Kampus Cilandak Universitas Prasetiya Mulya dipimpin Prof. Dr. Y. Arief Rijanto selaku Ketua Sidang dan Wakil Dekan Sekolah Pascasarjana. Christina mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Andreas Budihardjo sebagai Promotor, Eko Suhartanto, Ph.D. sebagai Co-Promotor I, dan Henry Pribadi, Ph.D. sebagai Co-Promotor II.

Berbekal pengalaman mengembangkan kurikulum kewirausahaan di Universitas Ciputra, Christina terdorong meneliti bagaimana pendidikan kewirausahaan tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga membentuk keyakinan dan intensi mereka untuk menjadi wirausaha.

“Penelitian ini berangkat dari pengalaman saya dalam mengembangkan kurikulum entrepreneurship. Saya ingin memahami bagaimana pendidikan kewirausahaan tidak hanya membentuk kompetensi mahasiswa, tetapi juga memengaruhi aspek afektif serta intensi mereka untuk menjadi wirausaha,” ujar Christina.

Melalui pendekatan Stimulus-Organism-Response (SOR) dan Social Cognitive Theory, Christina menemukan bahwa pendidikan kewirausahaan bekerja melalui mekanisme internal yang lebih kompleks daripada sekadar transfer pengetahuan. Selain meningkatkan kompetensi, proses pembelajaran juga membentuk aspek afektif dan emosional yang berpengaruh terhadap keberanian, kepercayaan diri, serta intensi mahasiswa untuk membangun usaha.

Eko Suhartanto, Ph.D., Co-Promotor I, menilai penelitian tersebut menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan entrepreneurship education.

“Penelitian Christina sangat menarik karena menyentuh aspek emosional. Aspek yang sangat humanis, sangat manusiawi. Esensi dari manusia adalah emosi. Di situlah menurut saya letak kebaruan yang luar biasa dari penelitian ini.”

Menurut Eko, pendidikan kewirausahaan selama ini lebih banyak berorientasi pada pengetahuan dan kompetensi bisnis. Padahal, keberanian mengambil risiko, kemampuan bangkit dari kegagalan, hingga keyakinan memulai usaha juga dipengaruhi oleh mekanisme emosional yang terbentuk selama proses pembelajaran.

“Ke depan, entrepreneurship education akan menjadi humanized entrepreneurship education, yaitu pendidikan kewirausahaan yang semakin menyentuh aspek-aspek kemanusiaan seperti emosi dan empati. Itulah arah visi pendidikan kewirausahaan ke depan.”

Temuan ini membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan model pendidikan kewirausahaan yang lebih komprehensif. Selain membekali mahasiswa dengan kemampuan bisnis, pembelajaran juga perlu memperkuat aspek psikologis dan emosional agar mampu melahirkan wirausaha yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia usaha.

Dalam pesan penutup sidang, Prof. Dr. Andreas Budihardjo menegaskan bahwa gelar doktor merupakan awal dari tanggung jawab untuk terus menghasilkan penelitian yang mampu menjawab persoalan organisasi, dunia usaha, dan masyarakat melalui inovasi serta kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Keberhasilan Christina memperkuat kontribusi Program Doktor Manajemen dan Kewirausahaan Universitas Prasetiya Mulya dalam menghasilkan riset yang menjawab tantangan nyata di bidang pendidikan dan kewirausahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa masa depan pendidikan kewirausahaan tidak hanya berfokus pada strategi bisnis, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berani, tangguh, dan mampu menciptakan nilai melalui kewirausahaan.