Liga Prasmul 2026 resmi dibuka Rabu (7/10) di Universitas Prasetiya Mulya (UPM). Agenda tahunan Divisi Event Student Board tersebut menghadirkan rangkaian kompetisi olahraga, e-sports, musik, dan kegiatan kebersamaan hingga puncak acara Jumat (13/11).
Ketua Pelaksana Liga Prasmul 2026 Fahza mengatakan kegiatan tersebut membawa semangat Feras Familia yang telah menjadi prinsip Liga Prasmul dari tahun ke tahun.
“Feras Familia kami artikan sebagai semangat kekeluargaan yang luar biasa. Prinsip tersebut menjadi pedoman selama seluruh rangkaian Liga Prasmul berlangsung,” ujar Fahza.
Liga Prasmul tahun ini mengusung tema “Ginga to Glory”. Fahza menjelaskan, kata Ginga merepresentasikan keluwesan, ritme, keberanian, serta cara seseorang bergerak dengan gaya dan identitasnya sendiri. Sementara, kata Glory menggambarkan kejayaan, pencapaian, dan kemenangan.
“Ginga to Glory mengajak setiap individu dan tim untuk menikmati proses kompetisi, menunjukkan kemampuan terbaik, serta bergerak bersama selama seluruh rangkaian acara,” katanya.
Konsep Rio Festival di Brasil menjadi acuan suasana Liga Prasmul tahun ini. Nuansa festival yang dikenal melalui perpaduan musik, warna, dan perayaan kolektif tersebut diadaptasi melalui dekorasi serta rangkaian kegiatan Liga Prasmul 2026.
Liga Prasmul 2026 terdiri atas tiga agenda utama, antara lain, Phoenix Cup, Phoenix Day Off, dan Closing Liga Prasmul.
Phoenix Cup menjadi inti kompetisi dengan mempertandingkan 10 cabang olahraga dan e-sports antarsivitas akademika.
Fahza mengatakan Liga Prasmul juga menjadi ruang bagi panitia dan peserta untuk mengembangkan ide, menunjukkan bakat, serta membangun kebersamaan.
“Kami ingin Liga Prasmul menjadi acara yang berkesan sekaligus tempat bagi panitia maupun peserta untuk menuangkan ide dan bakat mereka. Tujuan utamanya tetap mempererat rasa kekeluargaan antarmahasiswa dan seluruh komunitas kampus,” ungkapnya.
Phoenix Day Off turut menjadi bagian dari rangkaian Liga Prasmul 2026. Closing Liga Prasmul, Jumat (13/11), akan menjadi puncak sekaligus penutup seluruh rangkaian melalui konser yang menghadirkan bintang tamu.
“Kami ingin Liga Prasmul bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi tradisi yang membawa kebanggaan dan kebersamaan bagi seluruh elemen Universitas Prasetiya Mulya,” tutup Fahza. (AW)