Diskusi juga membahas penggunaan AI dalam penulisan dan pengelolaan riset akademik. AI diposisikan sebagai alat bantu yang dapat mendukung eksplorasi ide, penyusunan kerangka teori, hingga pemetaan arah riset. Meski demikian, tanggung jawab akademik sepenuhnya tetap berada pada peneliti. AI tidak menggantikan proses berpikir kritis, analisis ilmiah, maupun interpretasi data yang menjadi inti dari kegiatan penelitian.
Aspek integritas akademik menjadi perhatian penting dalam diskusi ini. Pemanfaatan AI dalam riset dan penulisan ilmiah menuntut kehati-hatian agar tidak menimbulkan pelanggaran etika, termasuk plagiarisme dan ketergantungan berlebihan pada sistem otomatis. Literasi AI dipandang sebagai kompetensi penting bagi sivitas akademika, khususnya dalam memastikan penggunaan teknologi yang sesuai dengan kaidah akademik dan standar ilmiah.
Selain itu, diskusi menyoroti pentingnya pengelolaan data dalam riset berbasis AI, terutama terkait keamanan dan perlindungan data sensitif. Dalam konteks bioteknologi, data biologis dan kesehatan memerlukan tata kelola yang ketat agar pemanfaatannya tetap aman dan etis. Oleh karena itu, pemahaman terhadap infrastruktur data dan regulasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan riset berbasis AI.
Kegiatan ini juga menekankan peran kolaborasi riset antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri. riset bioteknologi berbasis AI umumnya bersifat multidisipliner dan membutuhkan dukungan ekosistem riset yang kuat. Kolaborasi dipandang sebagai kunci untuk mendorong riset yang relevan, berdampak, dan berorientasi masa depan.
Melalui STEM Share x Research Talk LPPM, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan riset bioteknologi dan pemanfaatan AI secara strategis. Forum ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset sains yang kolaboratif, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.