Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Daerah dalam Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Tangerang

Universitas Prasetiya Mulya > News > Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Daerah dalam Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Tangerang

Audiensi dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) antara Universitas Prasetiya Mulya (UPM) dan 12 Kecamatan di Kabupaten Tangerang dilaksanakan pada 14 Januari 2026 di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di 12 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Universitas Prasetiya Mulya yang dipimpin oleh Rektor Dr. Hassan Wirajuda, S.H., LL.M., didampingi oleh Dr. Stevanus Wisnu Wijaya selaku Co-Provost 2, Bapak Permata M. Nur, Ph.D. selaku Dekan Sekolah STEM, Dr. Teguh Endaryono sebagai Direktur Direktorat Riset, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPPM), Ibu Anastasia Novi, M.Sc. selaku Manajer PKM, serta tim dari PPUK dan LPPM. Sementara Pihak Kebupaten Tangerang dihadiri oleh Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid M.Si, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy, M.Si., para camat dari 12 kecamatan, kepala desa dari sejumlah wilayah sasaran, pelaku usaha ekonomi kreatif.

Jajaran Camat -Bupati-Tangerang bersama Rektor dan Co-Provost 2

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan UPM yang bersedia mendampingi pengembangan ekonomi kreatif tanpa membebani anggaran pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa camat dan lurah memiliki peran strategis sebagai fasilitator kehidupan ekonomi warga. Tidak semua aparatur wilayah harus memahami bisnis secara teknis, namun mereka perlu memiliki rasa tanggung jawab untuk membantu masyarakat memperoleh akses, peluang, dan pendampingan agar dapat meningkatkan penghidupan secara berkelanjutan. Ketika warga menikmati manfaat nyata dari aktivitas ekonomi yang tumbuh, nilai pengabdian aparatur wilayah pun menjadi sangat besar.

Kepala Bappeda -Sekretaris Daerah -Bupati Tangerang bersama Rektor dan Co-Provost 2

Bupati juga menyoroti pengembangan ekonomi kreatif sebagai strategi penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan sektor manufaktur. Sub-sektor seperti kuliner, kriya, fesyen, serta pemanfaatan lahan tidak produktif untuk ketahanan pangan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dari 12 kecamatan dan desa yang terlibat, diharapkan akan muncul praktik-praktik baik yang dapat direplikasi. Pemerintah daerah mendukung inisiatif ini melalui alokasi anggaran sebesar Rp250 juta per kecamatan, serta dukungan data dan fasilitasi dari Bappeda, camat, dan lurah sesuai karakter dan potensi wilayah masing-masing.

Paparan dari Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang memperkuat urgensi pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa sebagai respons atas ketergantungan daerah terhadap sektor manufaktur. Dinamika ekonomi global dan industri berdampak langsung pada ketenagakerjaan, sehingga diperlukan diversifikasi ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Ekonomi kreatif dipandang sebagai salah satu instrumen strategis untuk mendorong kewirausahaan lokal, inovasi, serta pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.

Camat Sukamulya - Bapak Khalid Mawardi menandatangani PKS

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirajuda, dalam arahannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk mengubah nasib dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia berbagi pengalaman pribadi tentang latar belakang keluarganya sebagai pendidik dan nilai penting belajar sebagai bekal hidup. Pengalaman menempuh pendidikan dan berkarier di tingkat internasional semakin menguatkan keyakinannya bahwa investasi pada pendidikan menjadi pembeda utama kemajuan suatu bangsa.

Dalam konteks Kabupaten Tangerang, Rektor menegaskan komitmen UPM sebagai institusi yang berdomisili di wilayah tersebut untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. UPM dibangun sebagai universitas yang tidak eksklusif, dengan fokus pada pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Pengalaman pendampingan UMKM, pengembangan desain produk lokal, serta pengolahan bambu dan kriya menjadi modal penting yang dapat direplikasi di desa-desa Tangerang. Ia juga menekankan pentingnya pendampingan koperasi desa agar pengelolaannya berjalan profesional dan memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.

Kerja sama ini turut membuka peluang penguatan akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema beasiswa. Pemerintah Kabupaten Tangerang dan UPM sepakat membangun komunikasi lanjutan agar semakin banyak warga lokal dapat mengenyam pendidikan tinggi. Pendidikan dipandang sebagai fondasi utama untuk memastikan keberlanjutan pembangunan ekonomi dan sosial daerah.

Audiensi dan penandatanganan PKS ini menandai dimulainya kolaborasi jangka menengah antara UPM dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, dengan fokus pada perumusan program, pendampingan lapangan, serta penguatan kapasitas masyarakat. Melalui sinergi ini, kehidupan masyarakat desa diharapkan menjadi ruang pembelajaran nyata bagi dosen dan mahasiswa, sekaligus menghasilkan program pengabdian yang memberikan dampak berkelanjutan bagi Kabupaten Tangerang.