Aktivitas Gunung Api Meningkat, Pelaku Pariwisata Perlu Perkuat Mitigasi dan Respons Krisis

Universitas Prasetiya Mulya > News > Aktivitas Gunung Api Meningkat, Pelaku Pariwisata Perlu Perkuat Mitigasi dan Respons Krisis

Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) menyebabkan sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menghentikan operasionalnya untuk sementara.

Hingga Senin (7/9) sore, erupsi GAK berdampak pada operasional 2.961 penerbangan domestik dan internasional akibat sebaran abu vulkanik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut, jumlah tersebut terdiri atas 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional. Gangguan operasional tersebut turut berdampak pada sekitar 341.000 penumpang, dengan bentuk gangguan meliputi pembatalan, penundaan, hingga pengalihan penerbangan.

 

Bagi sektor pariwisata, gangguan pada konektivitas udara dapat memberikan dampak yang lebih luas dari sekadar perubahan jadwal perjalanan wisatawan. Pelaku usaha seperti hotel, operator tur, dan pengelola destinasi juga perlu menyesuaikan operasional dengan perkembangan situasi.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Tourism Business Universitas Prasetiya Mulya (UPM), Redha Widharsyah, Ph.D., menilai kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan perlu menjadi bagian dari manajemen risiko di sektor pariwisata.

“Dalam manajemen risiko, kita perlu melihat seberapa besar kemungkinan suatu bencana terjadi dan seberapa besar dampaknya. Bencana alam yang pernah terjadi perlu dievaluasi secara menyeluruh agar rencana mitigasi yang lebih proaktif dapat disiapkan untuk menghadapi kemungkinan kejadian serupa di masa depan,” ujar Redha.

Redha juga menekankan pentingnya pengambilan keputusan adaptif serta gaya manajemen yang cepat tanggap dalam merespons kondisi di lapangan.

“Situasi dapat berubah setiap saat sehingga konsumen memerlukan kepastian. Tentunya, keselamatan konsumen harus tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Menurutnya, ketidakpastian akibat bencana dapat memengaruhi keberlangsungan perjalanan dan aktivitas wisata hingga kondisi kembali stabil.

“Saya berharap semoga keadaan lebih cepat pulih, dan aktivitas pariwisata kembali normal,” tutup Redha.