Sebagai CEO Gabriels Coffee Pastry Eatery, Director PT Bumi Biru Indonesia, dan Co-Founder Ground Private Training, Owen telah merasakan dinamika membangun bisnis di industri food and beverage. Menurut alumni Program Sarjana (S1) Bisnis sekaligus Master of Management Strategic Management Universitas Prasetiya Mulya tersebut, semakin besar sebuah bisnis, semakin kompleks pula keputusan yang harus diambil.
Di tengah fase pengembangan bisnis itulah ia memutuskan melanjutkan studi di Program Master of Management Strategic Management Universitas Prasetiya Mulya. Alih-alih menjadi beban tambahan, keputusan tersebut justru membantunya menghadapi tantangan bisnis dengan cara pandang yang lebih strategis.
“Mengambil kuliah Strategic Management adalah salah satu keputusan terbaik yang saya buat ketika sedang mengembangkan bisnis. Apa yang dipelajari di kelas bisa langsung saya aplikasikan untuk menjawab tantangan yang saya hadapi di perusahaan,” ujar Owen.
Ia menilai nilai terbesar dari pendidikan magister bukan semata-mata terletak pada materi yang dipelajari, melainkan pada proses bertukar gagasan yang berlangsung selama perkuliahan. Setiap pembahasan kasus bisnis melibatkan dosen yang memiliki pengalaman akademik maupun praktis, serta rekan-rekan mahasiswa yang merupakan para profesional dari berbagai sektor industri. Dinamika tersebut memperkaya proses pengambilan keputusan karena satu persoalan dapat dilihat dari berbagai perspektif.
Bagi Owen, pengalaman berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang profesi berbeda membuatnya lebih kritis dalam menganalisis sebuah persoalan. Ia belajar bahwa setiap keputusan bisnis memiliki konsekuensi yang perlu dipertimbangkan dari berbagai sisi sebelum dijalankan.
“Di kelas kami banyak berdiskusi. Dosen memberikan framework, sementara teman-teman yang merupakan profesional di bidangnya masing-masing menghadirkan pengalaman yang berbeda-beda. Dari situ saya belajar melihat satu masalah dari banyak perspektif, bukan hanya dari sudut pandang saya sebagai pemilik bisnis,” jelasnya.
Pendekatan tersebut kemudian mengubah cara Owen mengelola bisnis. Ia mengaku lebih disiplin dalam menentukan prioritas, tidak terburu-buru mengambil keputusan, serta membiasakan diri mengevaluasi setiap langkah yang telah dijalankan. Prinsip first things first menjadi salah satu kerangka berpikir yang paling sering digunakannya dalam menyusun strategi perusahaan.
“Kuliah membuat pola pikir saya tetap berada dalam kerangka yang benar. Saya jadi lebih mampu menentukan prioritas dan mengevaluasi setiap keputusan sebelum mengambil langkah berikutnya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Owen juga berbagi pelajaran mengenai pentingnya menjaga kualitas sebagai fondasi pertumbuhan bisnis. Menurutnya, promosi yang paling efektif bukan berasal dari anggaran pemasaran yang besar, melainkan dari pelanggan yang memperoleh pengalaman positif dan kemudian merekomendasikannya kepada orang lain.
“Word of mouth adalah media promosi yang paling vital. Kalau pelanggan mendapatkan pengalaman yang baik, mereka akan menceritakannya kepada orang lain. Karena itu kualitas produk dan customer experience harus dijaga secara konsisten,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa S1 Bisnis Universitas Prasetiya Mulya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengalaman Owen mengenai strategi membangun bisnis, kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga cara menghadapi tantangan di industri food and beverage. Sementara itu, calon mahasiswa Program Magister memperoleh gambaran mengenai bagaimana proses pembelajaran di kelas dapat memberikan dampak langsung terhadap pengembangan karier maupun bisnis.
Head of Master of Management Program Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Istijanto, mengatakan bahwa forum berbagi pengalaman bersama alumni merupakan bagian dari komitmen universitas untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kebutuhan dunia profesional.
“Ketika alumni kembali ke kampus untuk berbagi pengalaman, mahasiswa tidak hanya memperoleh inspirasi, tetapi juga dapat melihat bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan untuk menyelesaikan persoalan bisnis di dunia nyata. Inilah yang menjadi kekuatan pembelajaran di Program Master Universitas Prasetiya Mulya, yaitu menghubungkan perspektif akademik dengan pengalaman praktis di lapangan,” ujarnya.
Bagi Owen, pengalaman di lapangan dan pendidikan formal bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Pengalaman mengajarkan bagaimana menghadapi dinamika bisnis secara nyata, sementara pendidikan membantu membangun kerangka berpikir untuk memahami persoalan secara lebih utuh. Kombinasi keduanya, menurutnya, menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin dalam mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah perubahan dunia usaha yang berlangsung semakin cepat.