Pengelolaan Sampah Elektronik Jadi Bagian Penting dari Perkembangan Teknologi

Universitas Prasetiya Mulya > News > Pengelolaan Sampah Elektronik Jadi Bagian Penting dari Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi membuat perangkat elektronik semakin mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Telepon genggam, earphone, kabel, charger, jam pintar, hingga berbagai perangkat kecil terus hadir dengan fungsi dan model baru.

Kemudahan tersebut membawa tantangan lain ketika perangkat elektronik semakin cepat diganti atau dibuang. International Telecommunication Union (ITU) mengangkat isu “Fast Tech” dalam International E-Waste Day 2026 yang diperingati setiap 14 Oktober. Istilah tersebut menggambarkan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik berukuran kecil yang memiliki masa penggunaan relatif singkat.

ITU menyoroti kebiasaan membuang perangkat kecil bahkan sebelum masa gunanya benar-benar berakhir. Perubahan teknologi yang cepat, konsumsi yang meningkat, keterbatasan pilihan perbaikan, serta usia pakai produk yang semakin pendek ikut mendorong pertumbuhan sampah elektronik.

Data Global E-waste Monitor 2024 menunjukkan dunia menghasilkan sekitar 62 juta ton sampah elektronik pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 82 persen dibandingkan 2010 dan diproyeksikan mencapai 82 juta ton pada 2030 jika tren saat ini berlanjut.

Pertumbuhan sampah elektronik juga jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan pengelolaannya. Hanya sekitar 22,3 persen sampah elektronik pada 2022 yang tercatat dikumpulkan dan didaur ulang secara formal dengan metode yang sesuai.

Sampah elektronik memiliki karakteristik berbeda dari sampah rumah tangga biasa. Berbagai perangkat mengandung logam dan material bernilai yang masih dapat dimanfaatkan kembali, tetapi juga dapat mengandung bahan berbahaya apabila dibuang atau diproses dengan cara yang tidak tepat.

Kebiasaan menggunakan perangkat elektronik lebih lama dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi sampah elektronik. Perawatan, perbaikan ketika masih memungkinkan, penggunaan kembali, hingga penyerahan perangkat kepada fasilitas pengumpulan dan daur ulang yang tepat dapat membantu memperpanjang siklus hidup produk.

Perubahan juga tidak hanya bergantung pada konsumen. Produsen, pemerintah, penyedia layanan, serta pengelola limbah memiliki peran dalam membangun ekosistem elektronik yang lebih sirkular melalui desain produk yang lebih tahan lama, pilihan perbaikan yang lebih mudah, serta sistem pengumpulan dan daur ulang yang memadai.

International E-Waste Day 2026 menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap siklus hidup perangkat yang digunakan. Keputusan sederhana untuk tidak langsung mengganti atau membuang perangkat yang masih dapat digunakan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi pertumbuhan sampah elektronik.

Sumber:
International Telecommunication Union — International E-Waste Day 2026: Fast Tech – Don’t bin it, bring it!
International Telecommunication Union & United Nations Institute for Training and Research — Global E-waste Monitor 2024.