Universitas Prasetiya Mulya kembali menggelar World Mental Health Day (WMHD) 2026 sebagai wujud komitmen dalam membangun lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan saling mendukung. Melalui kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Development of Character & Counseling (DC), mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diajak memahami bahwa kesejahteraan psikologis juga dibangun melalui hubungan yang baik dengan diri sendiri maupun orang lain.
Mengusung tema “Connected : The Relationship Within and Around Us”, WMHD 2026 menghadirkan tiga rangkaian kegiatan, yakni Mental Health Exhibition, Pottery Workshop, Campaign W(alk)MHD dan Talkshow. Ketiganya dirancang untuk meningkatkan kesadaran, membuka ruang refleksi, sekaligus membangun budaya kampus yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.
Rangkaian acara diawali dengan Mental Health Exhibition yang menyajikan edukasi mengenai kesehatan mental, layanan konseling di Universitas Prasetiya Mulya, serta berbagai aktivitas interaktif yang mendorong peserta untuk lebih mengenali kondisi psikologisnya. Pameran ini juga mengajak sivitas akademika untuk mengurangi stigma terhadap masalah kesehatan mental dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi tantangan.
Kegiatan lainnya yang tak kalah menarik adalah Pottery Workshop bertema “Wheel Within, Bloom Together” yang diselenggarakan di Dining Hall Universitas Prasetiya Mulya. Melalui aktivitas membentuk tanah liat, peserta diajak melatih fokus, mengelola emosi, dan menikmati proses kreatif sebagai bentuk mindfulness atau kesadaran penuh. Workshop ini menjadi ruang untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sekaligus mengekspresikan diri dengan cara yang positif.
Rangkaian WMHD ditutup melalui Talkshow bertajuk “Ties That Thrive: Growing Through the Relationships That Shape Us” yang berlangsung di Auditorium Harry Jusuf. Menghadirkan Shannice Nathania, S.Psi., Psikolog, Normaela Tassel E. Manurung, dan Sylvia Adriana, S.Psi., Psikolog Umum, talkshow ini membahas bagaimana relasi dengan diri sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan memengaruhi kesejahteraan psikologis.
Peserta juga diajak memahami empat aspek penting dalam membangun relasi yang sehat, yaitu self (diri sendiri), boundaries (batasan diri), emotions (emosi), dan connection (hubungan dengan orang lain). Melalui diskusi interaktif, peserta memperoleh wawasan sekaligus langkah-langkah praktis untuk menjaga keseimbangan emosi dan memperkuat hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
Ikra, Student Counselor Universitas Prasetiya Mulya, menjelaskan bahwa tema “Connected : The Relationship Within and Around Us” menegaskan pentingnya relasi yang sehat sebagai salah satu fondasi kesehatan mental.
“Melalui WMHD 2026, kami ingin mengajak sivitas akademika membangun hubungan yang positif dengan diri sendiri maupun orang lain agar tercipta lingkungan kampus yang lebih sehat,” kata Ikra.
Menurutnya, kesehatan mental merupakan bagian penting dari pengalaman belajar di perguruan tinggi. Karena itu, kampus perlu menghadirkan ruang yang aman untuk belajar, berdiskusi, dan saling mendukung.
Melalui World Mental Health Day 2026, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesejahteraan mahasiswa. Beragam program yang dijalankan Development of Character & Counseling menjadi bagian dari upaya menciptakan lulusan yang tangguh, adaptif, serta siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.