Hadapi Krisis Iklim, MPR RI Ajak Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya Percepat Transisi Energi

Universitas Prasetiya Mulya > News > Hadapi Krisis Iklim, MPR RI Ajak Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya Percepat Transisi Energi

Perubahan iklim dan ketahanan energi menjadi isu strategis yang menentukan masa depan Indonesia. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar program MPR RI Goes to Campus di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD, Rabu (16/9). Mengusung tema “Transisi Energi untuk Membangun Ketahanan Energi dan Mencegah Krisis Iklim”, kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H. sebagai pembicara utama dan dibuka oleh Rektor Universitas Prasetiya Mulya Dr. Hassan Wirajuda.

Dalam paparannya, Eddy Soeparno menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sudah dirasakan melalui kenaikan suhu, polusi udara, penurunan kualitas tanah, hingga kenaikan permukaan air laut.

“Perubahan iklim merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari yang sering tidak kita sadari. Karena itu masyarakat perlu memahami bahwa krisis iklim benar-benar terjadi di tengah kita. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah mempercepat transisi energi dan memperkuat pengendalian perubahan iklim,” ujarnya.

Menurut Eddy, MPR RI membawa isu transisi energi Indonesia ke berbagai perguruan tinggi karena mahasiswa dan akademisi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus melahirkan inovasi yang mendukung ketahanan energi nasional.

“Kami ingin mahasiswa dan akademisi ikut menyuarakan kepada masyarakat bahwa persoalan ini sudah terjadi dan dapat diatasi salah satunya melalui transisi energi. Perubahan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk generasi muda yang kelak menjadi pengambil keputusan,” katanya.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirajuda, menilai perubahan iklim merupakan tantangan global yang harus dijawab melalui pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

“Tidak diragukan lagi, perubahan iklim dan pemanasan global merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. Kegagalan mengatasinya akan berdampak langsung pada kualitas hidup, ketahanan pangan, energi, hingga perekonomian. Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan generasi yang mampu menghadirkan solusi melalui pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi dengan pemerintah maupun industri,” ujar Hassan.

Ia menambahkan, Universitas Prasetiya Mulya mewujudkan komitmen tersebut melalui kurikulum yang mendukung ekonomi hijau, keberlanjutan (sustainability), dan pembangunan berkelanjutan.

“Di Universitas Prasetiya Mulya, komitmen itu tidak berhenti pada konsep. Kami menghadirkannya dalam kurikulum dan program pembelajaran. Salah satunya melalui Program Studi Renewable Energy Engineering yang secara khusus menyiapkan talenta di bidang energi terbarukan untuk mendukung transisi energi Indonesia. Kami ingin kampus menjadi tempat lahirnya inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan nyata yang dihadapi masyarakat,” kata Hassan.

Sebagai universitas dengan pendekatan STEM-driven Business, Universitas Prasetiya Mulya mengintegrasikan bisnis, sains, teknologi, dan keberlanjutan melalui pembelajaran berbasis proyek, riset, serta kolaborasi dengan industri. Salah satu implementasinya adalah Program Studi Renewable Energy Engineering, yang membekali mahasiswa mengembangkan solusi di bidang energi surya, bioenergi, hidrogen, dan teknologi energi berkelanjutan untuk mendukung transisi energi nasional.

Diskusi berlangsung interaktif dengan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi yang membahas pengembangan energi terbarukan, pemanfaatan teknologi, hingga upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Antusiasme peserta juga dirasakan Shavel, mahasiswa Digital Business Technology Universitas Prasetiya Mulya.

“Acara kemarin seru banget dan terasa hidup karena banyak mahasiswa yang antusias mengikuti pembahasannya. Topiknya juga relevan banget buat saya sebagai mahasiswa STEM. Seminar ini membuat saya semakin sadar bahwa teknologi bisa menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi krisis iklim,” ujarnya.

Melalui MPR RI Goes to Campus, mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai transisi energi, tetapi juga kesempatan berdialog langsung dengan pembuat kebijakan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam melahirkan inovasi, riset, dan talenta yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di masa depan.