Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirajuda, menilai perubahan iklim merupakan tantangan global yang harus dijawab melalui pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.
“Tidak diragukan lagi, perubahan iklim dan pemanasan global merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. Kegagalan mengatasinya akan berdampak langsung pada kualitas hidup, ketahanan pangan, energi, hingga perekonomian. Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan generasi yang mampu menghadirkan solusi melalui pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi dengan pemerintah maupun industri,” ujar Hassan.
Ia menambahkan, Universitas Prasetiya Mulya mewujudkan komitmen tersebut melalui kurikulum yang mendukung ekonomi hijau, keberlanjutan (sustainability), dan pembangunan berkelanjutan.
“Di Universitas Prasetiya Mulya, komitmen itu tidak berhenti pada konsep. Kami menghadirkannya dalam kurikulum dan program pembelajaran. Salah satunya melalui Program Studi Renewable Energy Engineering yang secara khusus menyiapkan talenta di bidang energi terbarukan untuk mendukung transisi energi Indonesia. Kami ingin kampus menjadi tempat lahirnya inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan nyata yang dihadapi masyarakat,” kata Hassan.
Sebagai universitas dengan pendekatan STEM-driven Business, Universitas Prasetiya Mulya mengintegrasikan bisnis, sains, teknologi, dan keberlanjutan melalui pembelajaran berbasis proyek, riset, serta kolaborasi dengan industri. Salah satu implementasinya adalah Program Studi Renewable Energy Engineering, yang membekali mahasiswa mengembangkan solusi di bidang energi surya, bioenergi, hidrogen, dan teknologi energi berkelanjutan untuk mendukung transisi energi nasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi yang membahas pengembangan energi terbarukan, pemanfaatan teknologi, hingga upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Antusiasme peserta juga dirasakan Shavel, mahasiswa Digital Business Technology Universitas Prasetiya Mulya.
“Acara kemarin seru banget dan terasa hidup karena banyak mahasiswa yang antusias mengikuti pembahasannya. Topiknya juga relevan banget buat saya sebagai mahasiswa STEM. Seminar ini membuat saya semakin sadar bahwa teknologi bisa menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi krisis iklim,” ujarnya.
Melalui MPR RI Goes to Campus, mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai transisi energi, tetapi juga kesempatan berdialog langsung dengan pembuat kebijakan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam melahirkan inovasi, riset, dan talenta yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di masa depan.