Sebanyak 540 mahasiswa baru Universitas Prasetiya Mulya mengikuti Live Show Tim Demonstrasi Taekwondo Nasional bersama Master Shin Seung Jung di EAS Prasmul Taekwondo Dojang, Kampus BSD, Jumat (24/7). Selama hampir dua jam, para peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi berbagai teknik taekwondo, tetapi juga belajar langsung mengenai filosofi, disiplin, dan mental juara dari pelatih yang turut mengantarkan Tim Nasional Taekwondo Indonesia meraih berbagai prestasi di level Asia.
Master Shin dikenal sebagai salah satu pelatih yang berperan dalam perjalanan prestasi Tim Nasional Taekwondo Indonesia pada periode 2012–2019. Selain pernah menjadi anggota Tim Demonstrasi Nasional Korea dan wasit taekwondo internasional, ia juga melatih Taekwondo KOPASSUS Grup 1 Serang, Banten. Di bawah kepelatihannya, Indonesia meraih medali emas pada Asian Taekwondo Poomsae Championship Filipina 2016, Ashgabat INMAC Turkmenistan 2017, serta Asian Games Jakarta–Palembang 2018.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Executive Vice Chairman of the Board of Executives Universitas Prasetiya Mulya Edwind A. Satyabrata, Rektor Universitas Prasetiya Mulya Hassan Wirajuda, serta jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas Prasetiya Mulya lainnya. Kehadiran jajaran pimpinan universitas menegaskan komitmen Universitas Prasetiya Mulya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan tokoh berkelas dunia.
Kegiatan diawali dengan perkenalan Master Shin yang membagikan perjalanan kariernya di dunia taekwondo. Praktisi asal Korea Selatan yang menyandang gelar Kukkiwon 7th Dan tersebut kemudian mengajak mahasiswa mengenal lebih dekat olahraga bela diri asal Korea Selatan melalui penjelasan mengenai filosofi, proses latihan, hingga nilai-nilai yang membentuk karakter seorang atlet.
Dalam sesi motivasinya, Master Shin menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik. Disiplin, pantang menyerah, kemampuan mengendalikan diri, serta keberanian untuk percaya pada diri sendiri merupakan nilai-nilai yang ditempa melalui latihan yang panjang. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut tidak hanya relevan di arena pertandingan, tetapi juga menjadi bekal dalam menghadapi tantangan di kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling membekas bagi Danesh Keyaan, mahasiswa S1 International Marketing 2026.
“Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika Master Shin menjelaskan bahwa setiap tahapan dalam taekwondo tidak bisa dilewati begitu saja. Dari situ saya belajar bahwa untuk mencapai tujuan, kita juga harus menghargai setiap proses dan terus berkembang,” ujar Danesh.
Usai sesi pengenalan, tim demonstrasi memasuki arena dibawah pimpinan Master Carolina, yang menyandang gelar Kukkiwon 6th Dan, selaku Pelatih dari EAS Prasmul Taekwondo Dojang, Kampus BSD. Penampilan dibuka dengan atraksi yang memadukan gerakan taekwondo dengan iringan lagu tradisional Indonesia dan langsung disambut tepuk tangan meriah para peserta. Demonstrasi kemudian berlanjut melalui berbagai kategori, mulai dari Kyorugi, poomsae individu, poomsae berpasangan, modern dance taekwondo, hingga freestyle poomsae yang memadukan teknik taekwondo dengan unsur akrobatik dan koreografi.
Di sela-sela setiap penampilan, Master Shin & Master Carolina juga menjelaskan teknik yang diperagakan. Mereka juga memperkenalkan makna setiap warna sabuk serta tahapan yang harus dilalui dalam proses belajar taekwondo. Penjelasan tersebut membuat peserta tidak hanya menikmati atraksi, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap gerakan dan perjalanan seorang praktisi hingga mencapai sabuk hitam.
Bagi Danesh, penjelasan yang disampaikan di sela demonstrasi justru menjadi pembeda dari pertunjukan yang pernah ia saksikan sebelumnya.
“Demonstrasinya memang luar biasa, tetapi yang membuat saya lebih tertarik adalah penjelasan di balik setiap gerakan. Saya jadi memahami bahwa pencapaian besar selalu dibangun dari latihan yang konsisten dan disiplin,” katanya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa taekwondo bukan sekadar olahraga bela diri atau pertunjukan keterampilan fisik. Di balik setiap tendangan, gerakan, dan tahapan latihan, terdapat nilai-nilai tentang disiplin, integritas, ketangguhan mental, serta kemauan untuk terus berkembang. Melalui pengalaman belajar bersama Master Shin, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan bukanlah hasil yang datang secara instan, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan konsisten. Filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian besar selalu diawali oleh keberanian untuk belajar, berlatih, dan bertumbuh, baik dalam perjalanan akademik, karier, maupun kehidupan.