Mengenal IKD Lebih Dekat melalui Dukcapil Goes to Campus di Universitas Prasetiya Mulya

Universitas Prasetiya Mulya > News > Mengenal IKD Lebih Dekat melalui Dukcapil Goes to Campus di Universitas Prasetiya Mulya

Universitas Prasetiya Mulya bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui program Go to Campus yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 di Kampus BSD Universitas Prasetiya Mulya. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika Universitas Prasetiya Mulya, mahasiswa, perwakilan kecamatan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dan Pusat Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Universitas Prasetiya Mulya ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi administrasi kependudukan digital, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya identitas digital dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan masyarakat berbasis data.

Selain sesi sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Prasetiya Mulya dan Disdukcapil Kabupaten Tangerang sebagai langkah awal penguatan kolaborasi di bidang administrasi kependudukan, edukasi masyarakat, dan pengembangan program berbasis community development.

Dalam sambutannya, Co-Provost 2 Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Stevanus Wisnu Wijaya, menegaskan bahwa administrasi kependudukan tidak dapat dipandang sekadar sebagai urusan dokumen identitas seperti KTP elektronik atau kartu keluarga. Menurutnya, di balik satu identitas kependudukan terdapat berbagai hak warga negara yang berkaitan langsung dengan pendidikan, bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga pembangunan nasional.

Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, Universitas Prasetiya Mulya menyambut baik kerja sama dengan Disdukcapil Kabupaten Tangerang, termasuk dalam upaya meningkatkan literasi administrasi kependudukan kepada generasi muda.

Menurutnya, keterlibatan sekolah dan kampus dalam edukasi administrasi kependudukan menjadi penting karena generasi muda merupakan kelompok yang akan segera memasuki fase kepemilikan identitas resmi sebagai warga negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Go to Campus merupakan bagian dari upaya Disdukcapil untuk memperluas sosialisasi Identitas Kependudukan Digital kepada masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan generasi muda.

Ia menyampaikan bahwa administrasi kependudukan merupakan dasar dari berbagai layanan publik yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial. Karena itu, transformasi menuju layanan berbasis digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses pelayanan masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini terus melakukan pengembangan layanan administrasi kependudukan melalui pembukaan loket pelayanan di berbagai kecamatan, mall pelayanan publik, serta gerai pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa penerapan IKD menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan pelayanan administrasi kependudukan di era digital, termasuk persoalan keterbatasan blanko fisik KTP yang sempat terjadi di berbagai daerah. “Kalau dompet bisa tertinggal, handphone jarang tertinggal,” ujarnya saat menjelaskan relevansi penggunaan identitas digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum beranjak pada sesi talkshow, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disdukcapil Kabupateng Tangerang yang diwakili oleh Kadis Disdukcapil dan Universitas Prasetiya Mulya yang diwakili oleh Co-Provost 2. PKS ini menjadi pedoman pendampingan sosialisasi dan edukasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Tangerang pada pelaksanaan program community development yang dijalankan oleh PPUK.

Setelah penandatanganan PKS, rangkaian acara berlanjut dengan talkshow yang menghadirkan Mensuseno, S.E., M.A., Kepala Subdirektorat Keamanan Informasi Administrasi Kependudukan Pusat, Direktorat Integrasi Data Kependudukan Nasional Kementerian Dalam Negeri. Dalam sesi ini, ia memaparkan implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam mendukung transformasi pelayanan publik nasional.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa identitas digital memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan modern karena hampir seluruh aktivitas masyarakat membutuhkan proses verifikasi identitas. Ia mencontohkan bahwa dalam satu perjalanan menggunakan pesawat, seseorang dapat diminta menunjukkan identitas hingga empat kali.

Menurutnya, identitas digital bukan hanya berkaitan dengan dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi digital dan pelayanan publik terintegrasi. Ia juga menjelaskan bahwa dunia internasional saat ini tengah mendorong penguatan sistem identitas warga melalui berbagai inisiatif global, termasuk program Identity for Development (ID4D) yang dikembangkan World Bank dan UNDP.

Beliau turut menjelaskan konsep Digital Public Infrastructure (DPI) yang mulai banyak diterapkan di berbagai negara, termasuk pengembangan sistem single sign-on, pertukaran data digital, dan integrasi layanan publik berbasis identitas digital.

Selain membahas manfaat IKD, sesi diskusi juga menyoroti pentingnya keamanan data dan literasi digital masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu memahami penggunaan aplikasi resmi IKD yang dikembangkan Kementerian Dalam Negeri agar terhindar dari penyalahgunaan data dan berbagai modus penipuan digital.

Saat ini, aplikasi IKD telah digunakan secara nasional sejak tahun 2022 dan terus didorong implementasinya di berbagai daerah. Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri menargetkan peningkatan jumlah pengguna IKD melalui berbagai program jemput bola, termasuk sosialisasi melalui kampus dan sekolah.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama mahasiswa yang membahas keamanan data pribadi, digitalisasi pelayanan publik, hingga tantangan implementasi identitas digital di masyarakat. Dan sepanjang kegiatan berlangsung, Tim Disdukcapil Kabupaten Tangerang juga menyediakan layanan registrasi IKD bagi segenap sivitas akademika Prasetiya Mulya yang mendatangi lokasi layanan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Prasetiya Mulya dan Disdukcapil Kabupaten Tangerang berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat literasi administrasi kependudukan digital di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal pengembangan program-program kolaboratif yang mampu mendukung pelayanan publik yang lebih inklusif, efisien, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.