Menyusun Arah Pengabdian yang Berdampak melalui Roadmap PKM

Universitas Prasetiya Mulya > Penelitian > Menyusun Arah Pengabdian yang Berdampak melalui Roadmap PKM

Direktorat Riset, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPPM) Universitas Prasetiya Mulya menyelenggarakan kegiatan Ruang Cerita PKM: Sharing Penyusunan Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat pada Selasa, 14 Juli 2026 di Gedung PMBS Kampus BSD. Menghadirkan Ketua LPPM Universitas Mercu Buana, Dafit Feriyanto, Ph.D. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai strategi penyusunan roadmap sebagai landasan dalam membangun program pengabdian kepada masyarakat yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Kegiatan dihadiri oleh pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, serta dosen dari School of Business and Economics (SBE), School of Science, TechnologyEngineering, and Mathematics (STEM), Sekolah Hukum dan Studi Internasional (SHSI), serta Sekolah Pasca Sarjana. Melalui forum ini, peserta diajak membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya roadmap PKM sebagai acuan pengembangan pengabdian yang selaras dengan visi universitas sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

Membuka kegiatan, Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Fathony Rahman, DBA., menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, berbagai kegiatan PKM yang dijalankan dosen perlu memiliki arah pengembangan yang jelas sehingga mampu memberikan kontribusi yang berkesinambungan, baik bagi masyarakat maupun bagi penguatan posisi universitas sebagai institusi yang menghasilkan dampak.

Roadmap sebagai Arah Pengembangan PKM 

Memasuki sesi utama, Bapak Dafit mengajak peserta melihat roadmap bukan sekadar dokumen administratif ataupun persyaratan akreditasi. Menurutnya, roadmap merupakan peta jalan yang membantu perguruan tinggi menentukan arah pengembangan PKM dalam jangka panjang, mulai dari penetapan fokus bidang pengabdian hingga target dampak yang ingin diwujudkan. 

Ia menjelaskan bahwa roadmap berfungsi menjaga kesinambungan berbagai program pengabdian sehingga kegiatan yang dilakukan dosen tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu arah pengembangan yang sama. Dengan demikian, setiap kegiatan PKM dapat menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa roadmap harus mampu menjembatani kompetensi akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di mayarakat. Oleh karena itu, penyusunanannya perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebijakan nasional, visi universitas, potensi dosen, hingga karakteristik wilayah dan mitra yang menjadi sasaran pengabdian.

Penyusunan Roadmap Memerlukan Keterlibatan Seluruh Sivitas Akademika 

Dalam pemaparannya, Bapak Dafit menegaskan bahwa penyusunan roadmap tidak dapat dilakukan oleh LPPM saja. Roadmap yang baik justru lahir dari proses yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan universitas.

Kebijakan strategis universitas menjadi landasan awal, kemudian diterjemahkan oleh fakultas, program studi, kelompok bidang keilmuan, hingga dosen yang memahami kompetensi akademik sekaligus persoalan yang dihadapi masyarakat. 

Hal tersebut kembali mengemuka dalam sesi diskusi. Menanggapi pertanyaan peserta mengenai bagaimana proses penyusunan roadmap dilakukan, Bapak Dafit menjelaskan bagaimana setiap dosen idealnya menyusun rencana pengabdian sesuai bidang kepakarannya. Selanjutnya, program studi bersama LPPM menyelaraskan berbagai rencana tersebut menjadi roadmap yang terintegrasi sehingga seluruh dosen memiliki ruang berkontribusi dalam arah pengembangan PKM yang sama.

Menurutnya, pendekatan partisipatif ini membuat roadmap benar-benar merepresentasikan kekuatan akademik universitas sekaligus lebih mudah diimplementasikan dalam berbagai program pengabdian di masa mendatang.

Menghubungkan Penelitian dengan Pengabdian kepada Masyarakat 

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam sesi ini adalah perlunya membangun keterkaitan antara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Bapak Dafit menjelaskan bahwa roadmap PKM memiliki karakter yan berbeda dengan roadmap penelitian. Jika penelitian berfokus pada pengembangan pengetahuan, maka PKM berorientasi pada implementasi pengetahuan tersebut dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Karena itu, kegiatan PKM idealnya tidak dimulai dari nol, melainkan memanfaatkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan dosen sebagai dasar penyusunan solusi. Dengan pendekatan tersebut, proses pengabdian menjadi bagian dari hilirisasi hasil riset sehingga manfaat penelitian dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Ia juga mendorong agar pelaksanaan PKM semakin banyak melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Menurutnya, berbagai persoalan masyarakat umumnya tidak dapat diselesaikan hanya dari satu perspektif keilmuan. Kolaborasi antar dosen serta keterlibatan mahasiswa menjadi faktor penting dalam menghasilkan program pengabdian yang lebih komprehensif sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

Melalui kegiatan Ruang Cerita PKM ini, DRPPM Universitas Prasetiya Mulya berharap proses penyusunan Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat dapat berlangsung secara sistematis, partisipatif, dan selaras dengan arah strategi universitas. Roadmap yang dihasilkan diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pengabdian yang memperkuat kolaborasi lintas disiplin, menghubungkan penelitian dengan implementasi di masyarakat, serta menghasilkan program-program yang memberikan dampak nyata dan berlanjutan.