Menembus Pendanaan Riset Doktoral Melalui Strategi Hibah Kompetitif

Universitas Prasetiya Mulya > Penelitian > Menembus Pendanaan Riset Doktoral Melalui Strategi Hibah Kompetitif

Program Studi S3 Manajemen dan Kewirausahaan Universitas Prasetiya Mulya menyelenggarakan workshop bertajuk “Menembus Pendanaan Riset Doktoral: Strategi Lolos Hibah Kompetitif” pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 09.00–12.00 WIB di Kampus Cilandak, Ruang 1201. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., dosen Universitas Multimedia Nusantara sekaligus reviewer nasional DPPM, sebagai narasumber utama. Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset mahasiswa doktoral, khususnya dalam menghadapi kompetisi hibah penelitian yang semakin ketat.

Dalam sambutan pembukaan, Dr. Teguh Endaryono selaku Direktur Riset, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa doktoral dalam menghadapi kompetisi hibah riset yang semakin ketat. Ia menyoroti bahwa kualitas riset tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ide, tetapi juga oleh kemampuan peneliti dalam menyusun proposal secara sistematis, terukur, dan relevan dengan arah kebijakan pendanaan.

Selanjutnya, Ketua Program Studi Doktor Manajemen dan Kewirausahaan, Dr. Yane Chandera menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa S3, khususnya dalam mendukung kelancaran proses penelitian dan penyusunan disertasi. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk mitra industri, yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, serta berharap workshop serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan topik yang relevan.

Perwakilan mahasiswa Program Doktor Manajemen dan Kewirausahaan, Bapak Rizky Fajriansyah, turut menyampaikan apresiasi kepada pihak program studi dan universitas atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya forum seperti ini sebagai ruang belajar bersama yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa doktoral, sehingga memberikan nilai tambah bagi proses akademik yang sedang dijalani.

Suasana workshop berlangsung interaktif, dengan peserta yang aktif berdiskusi dan mengaitkan materi dengan pengalaman riset masing-masing. Antusiasme ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap strategi pendanaan menjadi kebutuhan penting, khususnya bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan proposal disertasi.

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Florentina Kurniasari T. memaparkan berbagai strategi kunci untuk meningkatkan peluang lolos hibah kompetitif. Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya, pendanaan sering kali baru diterima setelah proses seleksi yang panjang, sementara peneliti tetap dituntut untuk menghasilkan luaran berupa draft publikasi pada akhir kegiatan. Oleh karena itu, sejak awal perencanaan, peneliti perlu memastikan bahwa target luaran dapat dicapai secara realistis.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya strategi publikasi dalam skema hibah, termasuk penentuan peran penulis dalam artikel ilmiah. Mahasiswa didorong untuk menjadi penulis utama (first author), sementara dosen pembimbing atau pengusul hibah berperan sebagai corresponding author dalam sistem pengajuan seperti BIMA. Skema ini tidak hanya memperkuat posisi akademik mahasiswa, tetapi juga memastikan keberlanjutan kolaborasi riset.

Dalam aspek substansi proposal, perhatian utama diberikan pada penyusunan roadmap penelitian. Roadmap perlu ditulis secara runtut dan komprehensif, mencerminkan kesinambungan penelitian dari tahap awal hingga pengembangan lanjutan dalam rentang waktu tiga hingga tujuh tahun. Keberadaan publikasi atau penelitian sebelumnya menjadi landasan penting untuk menunjukkan bahwa riset yang diajukan merupakan bagian dari agenda penelitian yang berkelanjutan, khususnya yang sejalan dengan bidang keahlian promotor.

Narasumber juga menyoroti tantangan dalam membangun kolaborasi riset. Jumlah dan kualitas kolaborator menjadi salah satu indikator penting, namun keberagaman mitra tetap perlu diperhatikan karena kolaborator yang sama tidak selalu memberikan nilai tambah dalam penilaian. Selain itu, penggunaan referensi ilmiah yang mutakhir, khususnya dari lima tahun terakhir dan terindeks Scopus, menjadi faktor penting untuk meningkatkan aspek kebaruan penelitian.

Dalam konteks penulisan akademik, peserta diingatkan untuk lebih cermat dalam menggunakan berbagai alat bantu berbasis kecerdasan buatan. Beberapa platform seperti Consensus dapat dimanfaatkan untuk menelusuri referensi ilmiah secara lebih akurat, sementara penggunaan alat lain tetap perlu diverifikasi, terutama terkait validitas sitasi seperti DOI. Ketelitian ini menjadi penting untuk menjaga kredibilitas proposal di mata reviewer.

Diskusi juga memperkaya pemahaman peserta mengenai perspektif penilai dalam proses seleksi hibah. Proposal tidak hanya dinilai dari kelayakan ide, tetapi juga dari konsistensi antarbagian, mulai dari latar belakang, tujuan, metodologi, hingga luaran yang diusulkan. Keterpaduan inilah yang sering kali menjadi pembeda antara proposal yang lolos dan yang tidak.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa doktoral dalam menyusun proposal riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga strategis dalam menghadapi kompetisi pendanaan. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, peserta didorong untuk mengembangkan riset yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.