Universitas Prasetiya Mulya melalui School of Law and International Studies (SLIS) menghadirkan Yandri Hendarta, General Counsel Qatar Fertiliser Company (QAFCO), dalam kuliah tamu (Guest Lecture) bertajuk What Law School Doesn’t Teach You About Being an In-House Counsel. Kegiatan yang diselenggarakan pada 14 Oktober 2026 di Harry-Jusuf Auditorium, Lantai 3, Kampus BSD ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai peran, tantangan, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai in-house counsel di perusahaan multinasional.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Hukum Universitas Prasetiya Mulya dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik profesional. Melalui interaksi langsung dengan praktisi hukum internasional, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai penerapan ilmu hukum dalam dunia bisnis dan korporasi global.
Dalam paparannya, Yandri Hendarta menjelaskan bahwa profesi in-house counsel terus berkembang seiring dengan dinamika dunia usaha. Di lingkungan korporasi global, profesional hukum tidak hanya dituntut menguasai regulasi, tetapi juga memahami strategi bisnis, mampu berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memberikan pertimbangan hukum yang mendukung pengambilan keputusan dan keberlanjutan perusahaan. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting di tengah transformasi digital dan perkembangan bisnis internasional.
“Saya berharap pengalaman yang saya bagikan hari ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa SLIS Universitas Prasetiya Mulya. Antusiasme mereka luar biasa, dan itu membuat saya optimistis. Saya percaya, learning from experience adalah pembelajaran yang sangat penting karena memberikan perspektif nyata tentang dunia profesional,” kata Yandri Hendarta.
Menurutnya, pengalaman para praktisi menjadi pelengkap penting bagi pembelajaran akademik yang diperoleh mahasiswa di kampus. Semakin dini mahasiswa memahami tantangan dan dinamika profesi hukum, semakin baik pula kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja.
Melalui pendekatan experiential learning, School of Law and International Studies Universitas Prasetiya Mulya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan hukum dalam konteks bisnis nyata, berdiskusi langsung dengan para praktisi, serta membangun wawasan dan jejaring profesional sejak masa perkuliahan. Pendekatan ini menjadi salah satu upaya universitas dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki landasan akademik yang kuat, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia profesional.
Manfaat kegiatan ini turut dirasakan oleh para peserta. Almawa, mahasiswa International Business Law (IBL) angkatan 2026, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai profesi in-house counsel.
“Melalui kegiatan Guest Lecture ini, saya mendapatkan insight yang luar biasa mengenai profesi in-house counsel. Yang membuat pengalaman ini semakin berharga adalah materi tersebut disampaikan langsung oleh seorang profesional yang telah lama berkecimpung di bidang ini,” ujar Almawa.
“Pengalaman nyata yang beliau bagikan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tantangan, tanggung jawab, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai in-house counsel di perusahaan global. Kegiatan seperti ini membuat saya semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi dengan praktisi hukum nasional dan internasional, Universitas Prasetiya Mulya terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan hukum yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis. Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, dan perspektif global diharapkan mampu mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan profesi hukum di tingkat nasional maupun internasional. (KGA)