Universitas Prasetiya Mulya resmi memperkenalkan Prasmul New Look melalui gelaran bertajuk “Reinventing Collaborative Learning in New Look” pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Kampus BSD Universitas Prasetiya Mulya. Lebih dari sekadar perubahan wajah kampus, momentum ini menandai transformasi ekosistem pendidikan Prasmul dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan masa depan, sekaligus menegaskan komitmen Prasmul untuk membangun negeri lewat lahirnya generasi pemimpin masa depan.
Acara ini dihadiri oleh Dewan Pembina, pimpinan universitas, corporate partners, akademisi internasional, mahasiswa, alumni, dan pelaku industri. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa pendidikan tinggi harus tumbuh sebagai ruang perjumpaan antara gagasan, nilai, praktik, dan kolaborasi lintas disiplin. Melalui Prasmul New Look, Universitas Prasetiya Mulya mempertegas komitmennya untuk membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong kreativitas, eksplorasi, inovasi, dan konektivitas global sebagai fondasi pembentukan talenta yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing global.
Suasana pembukaan berlangsung meriah melalui penampilan Tari Manuk Dadali dari Sasikirana Dance yang merepresentasikan semangat kolaborasi, keberagaman budaya Indonesia, serta optimisme menuju masa depan pendidikan yang lebih progresif dan mendunia. Penampilan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan tidak semata berbicara tentang pembaruan fisik atau teknologi, tetapi juga tentang cara institusi menempatkan nilai, budaya, dan identitas sebagai bagian dari perjalanan menuju masa depan.
Dalam sambutannya, Chairman of the Board of Executives Universitas Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu bergerak lebih adaptif di tengah percepatan transformasi teknologi dan perubahan lanskap global yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, institusi pendidikan tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk manusia yang kreatif, adaptif, kolaboratif, dan memiliki keberanian untuk menciptakan perubahan.
“Perubahan dunia bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya. Karena itu, perguruan tinggi harus terus berevolusi agar tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga manusia yang mampu memberi makna bagi masa depan bangsanya. Prasmul New Look menjadi refleksi komitmen kami untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih relevan dengan tantangan zaman,” ujar Djisman Simandjuntak.
Sementara itu, Chairman of the Board of Trustees Universitas Prasetiya Mulya, Franky Oesman Widjaya, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari visi besar Prasmul dalam membangun pendidikan masa depan yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri global. Menurutnya, transformasi Prasmul bukan sekadar perubahan tampilan fisik kampus, tetapi juga transformasi pola pikir dan pengalaman belajar.
“Future education is not only about technology adoption, but about how institutions create meaningful learning experiences through collaboration, creativity, and global connectivity. Kami ingin Prasmul menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki perspektif global, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat,” ungkap Franky Oesman Widjaya.
Makna transformasi itu diperkuat melalui pemutaran video Facade Transformation Before & After yang menampilkan perubahan wajah Kampus Universitas Prasetiya Mulya sebagai simbol semangat baru dalam menghadirkan lingkungan belajar yang modern, dinamis, human-centered, dan future-ready. Namun, perubahan fisik tersebut sesungguhnya hanya menjadi penanda dari transformasi yang lebih mendasar: perubahan cara kampus dipahami, bukan semata sebagai tempat belajar, melainkan sebagai living ecosystem tempat ide tumbuh, dialog berlangsung, dan kolaborasi lintas bidang menghasilkan dampak nyata.
Executive Vice Chairman of the Board of Executives Universitas Prasetiya Mulya, Edwind A. Satyabrata, menjelaskan bahwa konsep New Facade merepresentasikan filosofi baru pembelajaran masa depan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berbasis inovasi. Kampus, menurutnya, harus menjadi ruang yang mendorong kreativitas, eksplorasi ide, serta kolaborasi multidisiplin.
“New Facade Concept bukan sekedar desain arsitektur baru, tetapi simbol keterbukaan dan keberanian untuk berubah. Kami ingin menghadirkan kampus sebagai ruang kolaboratif yang memungkinkan mahasiswa bertumbuh, bereksplorasi, dan siap menjawab tantangan global sekaligus berkontribusi bagi Indonesia,” jelas Edwind A. Satyabrata.