Universitas Prasetiya Mulya Luncurkan Prasmul New Look, Perkuat Collaborative Learning di Era AI untuk Membangun Negeri

Universitas Prasetiya Mulya > News > Universitas Prasetiya Mulya Luncurkan Prasmul New Look, Perkuat Collaborative Learning di Era AI untuk Membangun Negeri

Universitas Prasetiya Mulya resmi meluncurkan Prasmul New Look sebagai wujud transformasi collaborative learning berbasis teknologi dan Artificial Intelligence (AI). Peluncuran yang digelar di Kampus BSD pada Sabtu, 23 Mei 2026 ini mengusung tema “Reinventing Collaborative Learning in New Look” dan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan talenta future-ready yang adaptif terhadap kebutuhan industri digital, sekaligus menegaskan komitmen Prasmul membangun negeri melalui pendidikan berkualitas.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan networking lunch, dilanjutkan dengan peluncuran resmi Prasmul New Look, dan sesi seminar interaktif mengenai kolaborasi antara pendidikan, industri, dan teknologi.

Mengangkat tema  “Rapid Strategic Adaptation Under the Explosive Growth of AI”. Seminar ini mempertemukan tokoh nasional dan praktisi teknologi untuk membahas pentingnya adaptasi strategis di tengah pertumbuhan AI yang memengaruhi hampir seluruh sektor pekerjaan dan industri, sehingga Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut Prof. Stella Christie selaku Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Dr. Muhamad Yopan sebagai Public Sector Lead Amazon Web Services (AWS) Indonesia, serta Dr. Agung Alfiansyah dari Universitas Prasetiya Mulya.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirayuda, menjelaskan bahwa Prasmul New Look bukan hanya sekadar perubahan tampilan kampus, tetapi representasi transformasi pembelajaran yang lebih adaptif, kolaboratif, dan future-ready.

“Prasmul New Look bukan sekadar perubahan tampilan fisik kampus, melainkan simbol transformasi cara belajar di Universitas Prasetiya Mulya. Kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif, agar mahasiswa terbiasa bereksperimen, berinovasi, dan membangun solusi nyata bersama lintas disiplin ilmu. Melalui transformasi ini, kami ingin memperkuat peran Prasmul dalam membangun negeri melalui pengembangan talenta unggul,” ujar Rektor Universitas Prasetiya Mulya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk terus bertransformasi agar mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global. “Di tengah percepatan teknologi, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan. Kampus harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghubungkan akademisi, industri, dan teknologi agar lahir talenta yang siap menghadapi kompleksitas masa depan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. Inilah inti komitmen Prasmul building the nation,” tambahnya.

Sebagai bagian dari penguatan collaborative learning ecosystem, Universitas Prasetiya Mulya juga terus memperluas corporate partnership dengan berbagai perusahaan nasional dan global. Sejumlah perusahaan besar yang telah menjadi mitra industri Universitas Prasetiya Mulya di antaranya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM), PT Bank Digital BCA (BCA Digital), PT Astra International Tbk, Estee Lauder Companies Beauty Indonesia, Orang Tua Group (OT), BDO Indonesia, dan banyak lainnya. Kolaborasi ini menjadi salah satu pilar Prasmul dalam membangun negeri melalui sinergi antara kampus dan dunia usaha.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berbasis industri, program magang mahasiswa, riset terapan, kuliah praktisi, proses rekrutmen lulusan, hingga berbagai proyek kolaboratif yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman praktis dan jejaring profesional yang diperlukan untuk menjadi penggerak pembangunan di berbagai sektor.

Prof. Stella Christie menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi global yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, AI bukan sekadar perkembangan teknologi, tetapi perubahan paradigma dalam cara manusia belajar, bekerja, dan berinovasi. Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk terus beradaptasi agar mahasiswa Indonesia mampu bersaing secara global dan tetap berakar pada kontribusi nyata bagi bangsa.

Sementara itu, Dr. Muhamad Yopan menilai dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta digital yang mampu beradaptasi dengan transformasi teknologi di berbagai sektor industri. “Pertumbuhan AI berlangsung sangat cepat dan akan memengaruhi hampir seluruh sektor pekerjaan. Karena itu, perguruan tinggi perlu membangun budaya belajar yang agile, kolaboratif, dan dekat dengan kebutuhan industri agar lulusan mampu menjadi problem solver di era digital dan membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi nasional,” ungkap Dr. Muhamad Yopan.

Di sisi lain, Dr. Agung Alfansyah menegaskan bahwa kolaborasi akan menjadi elemen penting dalam pembelajaran masa depan. “Pembelajaran tidak lagi hanya berlangsung satu arah di ruang kelas. Ke depan, mahasiswa perlu terbiasa bekerja lintas bidang, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan cara itu, setiap inovasi yang lahir dari kampus dapat menjadi bagian dari upaya Prasmul membangun negeri,” jelas Dr. Agung Alfansyah.

Melalui Prasmul New Look, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan posisinya sebagai kampus future-ready yang menghubungkan pendidikan, industri, teknologi, dan inovasi untuk menyiapkan talenta Indonesia yang adaptif di era AI. Transformasi ini sejalan dengan semangat “Prasmul membangun negeri”, menghadirkan pendidikan yang relevan, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kemajuan Indonesia.