Universitas Prasetiya Mulya

Dampak Sosial

Dewasa ini, dunia pendidikan bisnis tidak lagi hanya berfokus pada keuntungan semata. Dampak sosial mulai dipandang sebagai aspek yang semakin penting, termasuk oleh sekolah-sekolah bisnis terkemuka. Hal ini tercermin dari standar akreditasi yang ditetapkan oleh Association to Advance Collegiate School of Business (AACSB), yang kini menekankan komitmen terhadap keterlibatan, inovasi, dan dampak nyata bagi masyarakat. Menanggapi tuntutan tersebut, Sekolah Bisnis dan Ekonomi (SBE) secara tegas mengintegrasikan nilai-nilai dampak sosial ke dalam visi dan misi.

Pada periode 2020–2024, SBE merumuskan misi untuk “Mendidik para pemimpin wirausaha agar mampu menavigasi perubaan secara efektif dan memberikan solusi konstruktif untuk kemajuan bisnis dan masyarakat”. Dalam misi ini penekanan pada “solusi konstruktif untuk kemajuan masyarakat” menunjukkan bahwa dampak sosial telah menjadi bagian interal dari arah pendidikan SBE.

Seiring dengan dinamika perubahan zaman dan kebutuhan global, SBE kemudian melakukan perubahan misi pada tahun 2024 menjadi “Mengedukasi pembelajar bisnis agar memiliki kompetensi kewirausahaan dengan memberikan solusi inovatif bagi pemajuan bisnis dan masyarakat”. Meskipun redaksinya berubah dari “pemimpin wirausaha” menjadi “pembelajar bisnis dengan kompetensi kewirausahaan” serta dari “solusi konstruktif” menjadi “solusi inovatif” esensi integrasi dampak sosial tetap dipertahankan. Kata “masyarakat” masih menjadi sasaran akhir dari setiap solusi yang dihasilkan. Dengan demikian, perubahan misi ini bukanlah penghilang fokus pada dampak sosial, melainkan penyegaran strategis agar pendidikan yang diberikan semakin adaptif, inovatif, dan relevan terhadap tantangan bisnis dan sosial di masa depan.

 

Department Contact Info

Tim Pusat Pengembangan Usaha Kecil (PPUK)

Sekolah Bisnis dan Ekonomi (SBE) Universitas Prasetiya Mulya
BSD Campus – Lantai 9 Gedung PMBS
ppuk@prasetiyamulya.ac.id

Mon – Fri 8:00A.M. – 5:00P.M.

 

1.Community Development (COMDEV)

Saung Rahayat 2019: Showcasing MSME Excellence at Cipanas Palace

Di SBE, dampak sosial telah diartikulasikan dalam kegiatan akademis untuk mahasiswa, dosen, dan staf. Program utama SBE untuk dampak sosial adalah Community Development (COMDEV) di mana semua peserta SBE akan memiliki sesi live-in dengan pengusaha usaha kecil pedesaan untuk membina proyek bisnis rintisan mereka.

Sejak tahun 2020 hingga 2025, COMDEV memobilisasi 6.864 mahasiswa dan menjalani total 759 kemitraan dengan usaha mikro, 88 kemitraan dengan desa, 34 kemitraan dengan SMK, 3 kemitraan industri dan 4 kemitraan komunitas di seluruh wilayah di Jawa Barat (Kuningan dan Cianjur), Banten (Tangerang), serta beberapa wilayah lain di Indonesia.

Bisnis-bisnis ini mewakili berbagai industri, dari produksi pertanian hingga kerajinan ramah lingkungan. Kemudian, kemitraan yang dibangun lintas stakeholders dan lintas tema ini pun dimaksudkan untuk bisa menguatkan kedalaman pengembangan ekosistem kewirausahaan di level lokal. Sekitar 40-60 faculty members berpartisipasi dalam peran pendampingan dan teknis per angkatan. Mereka bekerja sama untuk mengembangkan ekonomi lokal mereka sendiri melalui kewirausahaan. SBE juga mengukur keberhasilan program COMDEV dengan menggunakan beberapa matriks sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan kami.

2. 2026 AACSB‘s Global Impact Awards kategori Societal Impact: Addressing Regional or Local Challenges

(Selasa, 14 April 2026) Universitas Prasetiya Mulya secara resmi menerima penghargaan dalam ajang 2026 Global Impact Awards kategori Societal Impact: Addressing Regional or Local Challenges yang diselenggarakan oleh AACSB di Seattle Convention Center – Summit Building, Amerika Serikat.)

Pada 7 April 2026, program COMDEV juga meraih prestasi 2026 AACSB’s Global Impact Awards kategori Societal Impact: Addressing Regional or Local Challenges yang diselenggarkan oleh AACSB.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas inovasi, dampak terukur, serta kontribusi berkelanjutan Universitas Prasetiya Mulya dalam pengembangan masyarakat melalui pendidikan bisnis. Melalui upaya dalam memperkuat usaha mikro dan kecil di wilayah pedesaan melalui pendekatan kolaboratif berbasis “Living Lab”. Pendekatan ini mengintegrasikan proses pembelajaran mahasiswa dengan pemberdayaan masyarakat secara langsung sehingga tidak hanya meningkatkan kapabilitas bisnis masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pada tahun 2026, penghargaan ini dianugerahkan kepada 27 individu dan institusi dari 16 negara melalui proses seleksi yang sangat kompetitif.

3. Program Rumah Inspirasi dan Konsultasi Bisnis Online (RASIO)

Program RASIO x Kampus UMKM - Kuningan 2025

Tahun 2021, SBE juga menginisiasi program bernama RASIO (Program Rumah Inspirasi dan Konsultasi Bisnis Online) untuk menjaga komitmen kontribusi terhadap masyarakat.

Secara filosofis, Pusat Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) merancang RASIO untuk mengambil jalan yang berbeda dari program pada umumnya. PPUK secara sadar menghindari pendekatan mainstream yang seringkali hanya menjadikan exposure atau kuantitas peserta sebagai metrik keberhasilan utama. Sebaliknya, esensi RASIO dibangun di atas tiga pilar utama: kualitas pendampingan, pencapaian outcome yang terukur, dan keberlanjutan dampak (sustainability).

Sejak tahun 2021 hingga 2026, rekam jejak evolusi RASIO membuktikan bahwa jangkauan program yang masif dapat berjalan selaras dengan kedalaman kualitas pemberdayaan. Secara angka, ekosistem kolaborasi ini telah berkembang pesat menjadi katalisator pemberdayaan yang menggerakkan ribuan mahasiswa pelaksana untuk mengintervensi ratusan UMKM lintas daerah, 49 Mitra Desa, hingga memperkuat kapasitas 100 Kepala SMK se-Indonesia.

Namun, alih-alih terjebak pada metrik exposure semata, PPUK memastikan setiap angka merepresentasikan transformasi yang bermutu. Komitmen pada kualitas ini dibuktikan melalui metodologi pendampingan intensif yang menghasilkan completion rate tugas praktik peserta hingga 82,75% dan tingkat kepuasan yang konsisten melampaui 90%.

Puncaknya pada rentang 2024-2025, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan, seluruh pencapaian berkualitas tinggi ini dikristalisasi melalui pendirian “Forum Komunitas Mitra Prasmul”.

4. Program Wirausaha Merdeka

Abonaba, Salah Satu Pemenang Best Prototype dalam Program Wirausaha Merdeka di Universitas Prasetiya Mulya

SBE juga berkontribusi kepada masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah pusat. Misalnya, SBE menjadi bagian dari Program Wirausaha Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program Kampus Merdeka pada tahun 2021 dan 2022. Inisiatif ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri sebagai calon wirausahawan melalui kegiatan di luar kelas. Sebagai universitas tuan rumah, SBE menerima 330 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2024, SBE juga berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam pelaksanaan kelas Kampus UKM Semester 2. Kampus UKM Semester 2 tahun 2024 itu juga dibangun bersama kolaborasi multistakeholders yang terdiri dari 9 lembaga pelatihan dan 2 perguruan tinggi. Kegiatan tersebut terdiri dari 5 pelatihan yang dilakukan secara online dengan kurang lebih 210 peserta UMKM dan ditutup dengan workshop offline untuk UMKM terpilih. Sedangkan pengisi materi merupakan kombinasi antara faculty member SBE dan para pengusaha sukses yang inspiratif.

5. Partisipasi pada Think 20 (T20) Indonesia

Sumber: https://www.t20indonesia.org/

Salah satu faculty member di Prodi S-1 Ekonomi SBE, menjabat sebagai Co-Chair dari Think 20 (T20) Indonesia pada tahun 2022. T20 menyediakan wadah bagi para akademisi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai tantangan yang mendesak, termasuk pembangunan berkelanjutan, ketahanan lingkungan, dan mitigasi perubahan iklim. Keterlibatannya dalam T20 mencakup kontribusi terhadap rekomendasi kebijakan tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya aksi iklim (SDG 13), konservasi ekosistem laut (SDG 14), dan pembangunan perkotaan berkelanjutan (SDG11).

Selain itu, rekomendasi kebijakan tersebut menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan melalui energi terbarukan, reboisasi, dan konservasi keanekaragaman hayati sekaligus mengadvokasi pembiayaan iklim yang adil bagi negara-negara berkembang, tema utama kepresidenan Indonesia di G20.

6. Program Beasiswa

Dua Jenis Beasiswa di Prasmul

Program beasiswa yang selalu ada ini telah menambah jumlah penerimanya melalui 2 program, yaitu Youth Scholar Indonesia (YSI) dan Beasiswa Bakti. YSI ditujukan bagi calon mahasiswa yang berprestasi tanpa memandang kondisi finansial. Sedangkan Beasiswa Bakti ditujukan bagi calon mahasiswa yang kurang mampu tetapi berprestasi, dengan jumlah penerima masing-masing 7 dan 101 orang pada tahun 2025.